Konflik berkepanjangan ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa, terutama di Iran dan Lebanon. Selain itu, dampaknya juga terasa secara global, termasuk gangguan terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Meski demikian, kebijakan tekanan tetap diberlakukan, termasuk blokade pelabuhan Iran oleh militer AS.
“Saya telah memerintahkan militer untuk melanjutkan blokade dan tetap siaga penuh dalam segala situasi,” ujar Trump, dikutip dari Al Jazeera.
Namun, respons keras datang dari pihak Iran. Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai langkah tersebut tidak memiliki arti bagi negaranya.
Ia juga menuding langkah tersebut sebagai strategi AS untuk mengulur waktu sebelum melancarkan serangan lanjutan.
“Ini hanyalah taktik untuk menunda sebelum serangan mendadak. Iran harus segera mengambil inisiatif,” pungkas Mohammadi. ***