INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia tidak lagi berada dalam posisi bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, termasuk yang pengirimannya melewati Selat Hormuz.
Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara lain untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah dalam negeri.
Dengan strategi tersebut, pasokan energi Indonesia dinilai lebih aman meski situasi di jalur perdagangan global berubah.
“Kalau persoalan impor crude, sekalipun Selat Hormuz-nya sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain,” ujar Bahlil di Kompleks DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan di tengah perhatian dunia terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur penting distribusi minyak global.
Jalur ini kerap menjadi sorotan karena setiap gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi harga dan pasokan energi dunia.
Baca Juga: Menteri Bahlil Bentuk Tim Khusus, Pasokan Batu Bara untuk PLN Jadi Sorotan
Bahlil menegaskan, Indonesia kini berupaya memperluas sumber pengadaan minyak agar tidak terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu. Diversifikasi pasokan dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Meski begitu, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek harga dalam setiap pengadaan minyak mentah.
Bahlil menyebut pilihan utama pemerintah adalah mencari pasokan dengan harga paling kompetitif.
Baca Juga: AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir
Menurutnya, harga minyak yang lebih murah dapat membantu mengurangi tekanan terhadap keuangan negara. Sebab, biaya pengadaan energi memiliki kaitan langsung dengan beban fiskal, termasuk kebutuhan subsidi dan stabilisasi harga di dalam negeri.
Pemerintah juga dinilai perlu terus menjaga keseimbangan antara keamanan pasokan dan efisiensi anggaran.
Artikel Terkait
Wow! Bukan Cuma Soal Skor, Jepang Kembali Curi Perhatian lewat Ruang Ganti yang Bersih dan Rapi
AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir
Bahlil Ungkap Pemerintah Siap Terapkan BBM B50 Mulai 1 Juli 2026, Hasil Uji Coba Diklaim Positif
Menteri Bahlil Bentuk Tim Khusus, Pasokan Batu Bara untuk PLN Jadi Sorotan
Soroti Pengelolaan MBG, CEO Promedia Group Usul Libatkan UMKM dan Kantin Sekolah, Pecah SPPG jadi Dapur Skala Kecil