INSIBERNEWS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membuka peluang besar bagi Iran untuk mendapatkan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5 kuadriliun.
Dana jumbo tersebut disebut bisa dikucurkan apabila Teheran bersedia memenuhi sejumlah syarat penting yang berkaitan dengan program nuklir mereka.
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan bahwa dukungan dana tersebut dapat diakses Iran melalui dukungan negara-negara koalisi Teluk. Namun, pencairannya bergantung penuh pada kepatuhan Iran terhadap kesepakatan yang telah dibahas bersama Washington.
“Dana tersebut dapat diakses dan didukung oleh koalisi Teluk selama Iran memenuhi kewajibannya,” ujar Vance dalam wawancara dengan CBS News, Senin (15/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas klaim dari pihak Iran yang menyebut mereka akan memperoleh bantuan rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS pasca tercapainya nota kesepahaman damai dengan Amerika Serikat.
AS Persilakan Negara Teluk Investasi di Iran
Vance mengatakan Washington tidak akan menghalangi negara-negara kawasan Teluk untuk menanamkan modal di Iran. Menurutnya, investasi tersebut justru bisa menjadi bagian dari pemulihan ekonomi Iran setelah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan.
Baca Juga: Diduga Terlalu Banyak Hasutan, Ruben Onsu Akhirnya Gugat Hak Asuh Kedua Anaknya
Meski demikian, AS tetap menekankan adanya syarat mutlak yang harus dipenuhi Teheran sebelum dukungan finansial tersebut benar-benar terealisasi.
Amerika Serikat meminta Iran menghentikan program pengembangan nuklir, menghapus cadangan uranium yang telah diperkaya, serta membuka akses penuh terhadap pengawasan internasional.
“Kami terbuka terhadap investasi negara-negara Teluk untuk rekonstruksi Iran. Tetapi Iran harus mengakhiri program nuklirnya, menghilangkan uranium yang diperkaya, dan bersedia diawasi secara penuh agar dunia yakin mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Vance.
Baca Juga: Program MBG Dikritik, Menteri HAM Pigai: Itu Bagian dari Pemenuhan HAM
Sebelumnya, kantor berita semi resmi Iran, Mehr, melaporkan adanya nota kesepahaman damai antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Washington bersama sekutunya memiliki kewajiban membantu pemulihan ekonomi Iran dengan nilai minimal 300 miliar dolar AS.
Laporan itu memicu perhatian dunia internasional karena dianggap menjadi sinyal baru mencairnya hubungan antara kedua negara yang selama bertahun-tahun berada dalam ketegangan tinggi.
Artikel Terkait
Akhir dari Ketegangan? AS dan Iran Sepakat Damai, Selat Hormuz Siap Dibuka Kembali
Trump Bongkar Kesepakatan Damai Iran dan AS Nyaris Bubar Gara-Gara Netanyahu: Israel Bisa Hancur dalam Dua Jam
Program MBG Dikritik, Menteri HAM Pigai: Itu Bagian dari Pemenuhan HAM
Damai AS-Iran Jadi Angin Segar, Purbaya Sebut Beban Subsidi Energi Bisa Berkurang
Takut Hilang Pekerjaan Gegara Hamil, PMI di Jepang Didakwa Sembunyikan Jenazah Bayinya
Wow! Bukan Cuma Soal Skor, Jepang Kembali Curi Perhatian lewat Ruang Ganti yang Bersih dan Rapi