INSIBERNEWS - Para pemimpin negara G7 kembali menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat dukungan terhadap Ukraina.
Dalam pernyataan bersama seusai KTT di Prancis, kelompok negara maju itu berjanji menambah bantuan militer, termasuk sistem pertahanan udara dan kemampuan serangan jarak jauh.
Baca Juga: AS Tolak Buka Isi MoU Iran ke Israel, Hubungan Trump-Netanyahu Memanas!
Dukungan tersebut diberikan di tengah kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dengan Rusia masih akan memberi tekanan besar terhadap keamanan, infrastruktur, dan pasokan energi Ukraina. Karena itu, G7 menilai bantuan tambahan perlu segera dipercepat.
Para pemimpin G7 juga menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Ukraina.
Mereka menegaskan bahwa posisi tersebut tidak berubah, meski situasi geopolitik global terus bergerak dan perhatian dunia ikut tersedot ke kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: GEGER! Bau Nyengat Hebohkan Kontrakan di Pinang Ranti, Polisi Temukan Jasad Pria Sudah Busuk
Selain bantuan militer, G7 berkomitmen membantu Ukraina menghadapi musim dingin berikutnya.
Dukungan itu mencakup kebutuhan energi, perlindungan infrastruktur vital, serta upaya menjaga layanan dasar agar masyarakat tetap dapat bertahan di tengah konflik.
“Kami sepakat untuk memberikan dukungan lebih lanjut untuk membantu negara tersebut dapat melewati musim dingin berikutnya,” demikian bunyi pernyataan bersama G7.
Baca Juga: Bahlil Klaim RI Tak Lagi Bergantung Minyak Timur Tengah meski Selat Hormuz Dibuka
Dalam bidang pertahanan, G7 menyebut akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, rudal pencegat, serta peralatan yang dapat meningkatkan kemampuan militer Ukraina.
Mereka juga membuka peluang perpanjangan lisensi untuk membantu peningkatan produksi pertahanan di dalam negeri Ukraina.
Di sisi lain, tekanan terhadap Rusia juga akan diperkuat melalui sanksi tambahan. Sektor minyak dan gas Moskow menjadi salah satu sasaran utama karena dinilai masih menjadi sumber pembiayaan penting bagi Rusia dalam melanjutkan perang.
Artikel Terkait
Trump Bongkar Kesepakatan Damai Iran dan AS Nyaris Bubar Gara-Gara Netanyahu: Israel Bisa Hancur dalam Dua Jam
Damai AS-Iran Jadi Angin Segar, Purbaya Sebut Beban Subsidi Energi Bisa Berkurang
AS Siap Guyur Iran Rp5 Kuadriliun Jika Sepakat Tinggalkan Nuklir
Bahlil Ungkap Pemerintah Siap Terapkan BBM B50 Mulai 1 Juli 2026, Hasil Uji Coba Diklaim Positif
AS Tolak Buka Isi MoU Iran ke Israel, Hubungan Trump-Netanyahu Memanas!