INSIBERNEWS - Menyoroti ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada batas waktu pasti untuk mengakhiri konflik
Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung serta upaya diplomasi yang belum menemui titik terang.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu (22/4), Trump membantah anggapan bahwa dirinya terburu-buru menghentikan perang karena faktor politik dalam negeri, termasuk pemilihan paruh waktu.
Baca Juga: Puluhan Siswa SD di Jeneponto Sulsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Menu Ikan Berbau Busuk
“Banyak yang bilang saya ingin segera mengakhirinya karena pemilu, itu tidak benar,” tegas Trump.
Trump juga menekankan bahwa proses negosiasi dan perpanjangan gencatan senjata tidak berada di bawah tekanan waktu tertentu. Ia memberi ruang bagi Iran untuk menyusun proposal yang lebih komprehensif sebagai dasar pembicaraan lanjutan.
Sebelumnya, Trump sempat memprediksi konflik ini bisa berlangsung selama empat hingga enam minggu sejak pecah pada akhir Februari lalu. Namun, perkembangan situasi di lapangan membuat timeline tersebut menjadi tidak pasti.
Baca Juga: Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Syekh Ahmad Al Misry Angkat Bicara dan Tantang Bukti
Pemerintah AS diketahui telah memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan yang seharusnya berakhir pada Rabu malam waktu setempat. Langkah ini diambil untuk membuka peluang negosiasi lebih lanjut dengan Iran.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut bahwa hingga saat ini belum ada tenggat waktu resmi bagi Iran untuk menyerahkan proposal mereka.
“Pada akhirnya, keputusan soal waktu akan ditentukan langsung oleh panglima tertinggi,” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Ricuh Eksekusi Lahan di Cibubur, Warga Protes Putusan Pengadilan hingga Dugaan Sertifikat Bermasalah
Sementara itu, laporan dari media Axios menyebutkan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan tambahan perpanjangan gencatan senjata selama tiga hingga lima hari ke depan.
Di sisi lain, proses negosiasi juga menghadapi kendala dari internal Iran. Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps, Ahmad Vahidi, dilaporkan menolak sebagian besar poin yang sebelumnya telah dibahas oleh tim negosiator Iran dalam pertemuan awal dengan AS di Pakistan.
Artikel Terkait
Prancis Bantu Lebanon Negosiasi dengan Israel, Emmanuel Macron Siapkan Dukungan Penuh
Kasus Vape Narkoba Terbongkar, Frendry Dona alias Fhoku Masuk DPO Bareskrim
Balas Pelanggaran Gencatan Senjata! Hizbullah Gempur Israel dengan Empat Operasi Militer, Drone Pengintai Ditembak Jatuh
Ricuh Eksekusi Lahan di Cibubur, Warga Protes Putusan Pengadilan hingga Dugaan Sertifikat Bermasalah
Spesial Hari Angkutan Nasional 2026, Besok Naik Transjakarta Cuma Rp1 Seharian!
Puluhan Siswa SD di Jeneponto Sulsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Menu Ikan Berbau Busuk