news

Ancaman 'Zaman Batu' Hantui Iran, Israel Nantikan Lampu Hijau AS untuk Operasi Militer ke Teheran

Jumat, 24 April 2026 | 12:56 WIB
Ancaman Zaman Batu Hantui Iran, Israel Nantikan Lampu Hijau AS untuk Operasi Militer ke Teheran (Istimewa)

INSIBERNEWS - Konflik yang terjadi diantara Israel dan Iran nampaknya masih belum juga mereda.

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan kesiapan negaranya untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Ia menyebut bahwa seluruh persiapan militer telah rampung, baik untuk pertahanan maupun serangan.

Baca Juga: Aksi Nekat Pria Panjat Tower di Sidoarjo, Diduga Gegara Masalah Asmara hingga Picu Kemacetan Parah

Dalam pernyataan video yang dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (24/4/2026), diungkapkan bahwa target-target strategis sudah diidentifikasi dan tinggal menunggu keputusan dari Amerika Serikat.

“Militer Israel sudah siap sepenuhnya, baik secara defensif maupun ofensif. Target telah ditentukan,” tegasnya.

Lebih jauh, Katz secara terbuka menyatakan ambisi Israel untuk menggulingkan kepemimpinan Ali Khamenei dan mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu.

Baca Juga: Catat! Lampu Jakarta Akan Dipadamkan Serentak 3 Kali, Ini Jadwal dan Lokasinya

Ia bahkan menyebut kemungkinan serangan besar yang akan melumpuhkan infrastruktur vital Iran.

Menurutnya, Israel tengah menunggu “lampu hijau” dari Washington untuk melancarkan operasi yang tidak hanya menyasar militer, tetapi juga fasilitas energi, listrik, hingga sistem ekonomi nasional Iran.

“Tujuannya jelas untuk mengakhiri kekuasaan dinasti Khamenei dan melumpuhkan Iran secara total,” ujarnya.

Baca Juga: Ricuh Eksekusi Lahan di Cibubur, Warga Protes Putusan Pengadilan hingga Dugaan Sertifikat Bermasalah

Katz juga memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih dahsyat dibanding sebelumnya. “Ini akan berbeda dan jauh lebih mematikan,” tambahnya.

Di tengah ancaman eskalasi, upaya diplomasi terkait konflik antara AS-Israel dan Iran masih berada dalam ketidakpastian. Pakistan disebut mencoba berperan sebagai mediator, namun belum membuahkan hasil signifikan.

Halaman:

Tags

Terkini