Menurutnya, sebanyak 885 unit huntara telah rampung dan sudah ditempati warga. Hunian sementara ini dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, antara lain Danantara, PUPR, Dompet Dhuafa, serta GPCI.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah mempercepat pembangunan tambahan 3.081 unit huntara. Langkah ini diharapkan dapat segera memindahkan warga yang masih tinggal di tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Kasus dugaan pencurian beras di Kota Lintang Bawah menjadi pengingat pentingnya penguatan keamanan di lokasi pengungsian.
Selain percepatan pembangunan huntara, perlindungan terhadap bantuan logistik bagi korban bencana juga menjadi perhatian utama.
Masyarakat berharap, di tengah proses pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang, solidaritas dan kepedulian sosial tetap dijaga agar tidak ada lagi korban yang dirugikan, terlebih mereka yang paling rentan seperti lansia dan keluarga kurang mampu.