Prihatin, Seorang Nenek Jadi Korban Pencurian Beras di Tenda Pengungsian Kota Lintang Bawah, Warganet Geram!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:03 WIB
Viral beras milik lansia di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang dicuri.  (Instagram/berita_aceh_tamiang_official)
Viral beras milik lansia di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang dicuri. (Instagram/berita_aceh_tamiang_official)

INSIBERNEWS - Dugaan pencurian beras yang menimpa seorang lansia di Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini memicu keprihatinan publik, terutama karena korban diketahui masih tinggal di tenda pengungsian pascabanjir.

Kabar tersebut mencuat setelah sebuah video diunggah akun Instagram @berita_aceh_tamiang_official pada Senin (23/2/2026).

Dalam keterangan video, pengunggah menuliskan rasa iba terhadap seorang nenek pengungsi yang kehilangan beras diduga akibat aksi pencurian.

Beras Dilaporkan Hilang dari Tenda Pengungsian
Dalam rekaman video tersebut, perekam memperlihatkan lokasi penyimpanan beras sebelum dilaporkan hilang. Beras itu sebelumnya diletakkan bersama sejumlah bantuan sembako lain di dalam tenda berwarna oranye.

Baca Juga: Selebgram Cut Rizki Sebut Sahur Itu Mengganggu Jam Tidur, kini Ia Minta Maaf Ungkap Bukan Prinsip

“Bisa-bisanya orang maling di Kota Lintang Bawah ini, diambil berasnya,” ucap perekam video.

Terlihat pula dua kardus mi instan berada di sisi tenda. Namun, beras yang disebut-sebut milik seorang nenek pengungsi sudah tidak berada di tempatnya.

Perekam video menyayangkan dugaan aksi pencurian tersebut. Pasalnya, korban merupakan warga terdampak banjir yang hingga kini masih bertahan di tenda darurat dan belum memiliki hunian tetap.

Baca Juga: Piche Kota Bantah Tuduhan Asusila Anak di Atambua, Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum

Reaksi Warganet: Prihatin dan Geram
Peristiwa ini langsung menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengaku sedih sekaligus geram karena dugaan pencurian terjadi di tengah kondisi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Sejumlah netizen menilai tindakan tersebut sangat tidak berperikemanusiaan, mengingat korban adalah lansia yang sedang berada dalam situasi sulit. Ada pula warganet lain yang mengaku mengalami kejadian serupa, bahkan meski berada di dalam rumah yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keamanan di wilayah terdampak bencana, terutama di area pengungsian yang masih minim pengawasan.

Baca Juga: Ahmad Sahroni Minta Kasus Dugaan Kekerasan Brimob di Tual Diusut Tuntas, Tekankan Polri Harus Humanis

Update Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang
Di tengah polemik tersebut, Bupati Armia Pahmi menyampaikan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X