news

China Geram! Tuduh AS Seret Nama Beijing di Balik Ambisi Kuasai Greenland

Kamis, 15 Januari 2026 | 15:31 WIB
Wacana Trump ingin Menguasai Greenland dikecam dunia (Foto : Dok. Reuters)

INSIBERNEWS - Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali melontarkan wacana untuk menguasai Greenland menuai reaksi keras dari China. Beijing menilai langkah tersebut bukan hanya kontroversial, tetapi juga sarat kepentingan politik yang dibungkus dengan narasi ancaman dari negara lain.

Pemerintah China secara terbuka menyatakan ketidakpuasan mereka setelah Washington kerap menyebut China dan Rusia dalam konteks persaingan geopolitik di kawasan Arktik. Menurut Beijing, penyebutan itu terkesan dipaksakan dan digunakan untuk membenarkan agenda sepihak Amerika Serikat.

Baca Juga: Negara Siap Gugat Korporasi, Enam Perusahaan Terancam Digugat Triliunan Rupiah atas Banjir Sumatra

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa AS tidak seharusnya menjadikan negara lain sebagai alasan untuk melancarkan kebijakan ekspansif. Ia menilai sikap tersebut justru memperkeruh stabilitas kawasan dan mencederai prinsip kerja sama internasional.

“Amerika Serikat tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih demi mencari keuntungan pribadi,” kata Mao Ning dalam pernyataan resminya.

Mao juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, khususnya terkait aktivitas negara-negara di kawasan Arktik. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki aturan yang jelas dan tidak bisa dijadikan ajang perebutan pengaruh sepihak.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Peran Elite PBNU dalam Skandal Kuota Haji 2023–2024

“Hak dan kebebasan setiap negara untuk beraktivitas sesuai hukum di kawasan Arktik harus sepenuhnya dihormati,” tegasnya.

Isu Greenland sendiri kembali mencuat setelah Trump menghidupkan lagi gagasan lama untuk memperluas pengaruh AS di pulau yang secara administratif berada di bawah Kerajaan Denmark tersebut. Langkah itu sebelumnya juga sempat menuai penolakan luas dari komunitas internasional.

China menilai, alih-alih membangun dialog dan kerja sama, AS justru memilih pendekatan konfrontatif dengan membawa-bawa nama negara lain. Beijing mengingatkan bahwa stabilitas kawasan Arktik hanya bisa terjaga jika semua pihak mematuhi aturan dan saling menghormati kedaulatan.

Baca Juga: BPOM Hentikan Peredaran Susu Formula Nestlé, Berikut Produk dan Alasannya

Ketegangan ini menambah daftar panjang dinamika geopolitik global yang melibatkan kekuatan besar. Pengamat menilai, isu Greenland bukan sekadar soal wilayah, tetapi juga cerminan persaingan pengaruh antara negara-negara besar di kawasan strategis dunia.***

Tags

Terkini