Presiden RI, Prabowo Subianto, sebelumnya telah menyampaikan duka mendalam dan memastikan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian. Ia menegaskan komitmen negara untuk memberikan perlindungan, bantuan, dan dukungan penuh bagi warga terdampak.
“Sejak awal kita langsung bergerak. Bantuan kita kirim lewat darat dan udara untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan,” ujar Prabowo dalam pidatonya di peringatan Hari Guru Nasional, Jumat (28/11).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025 2026, Kapasitas Disebut Bakal Jauh Lebih Besar
Namun, Prabowo tidak menampik bahwa kondisi di lapangan sangat menantang. Banyak jalur transportasi putus, jalan tertimbun material longsor, hingga cuaca buruk yang menghambat pergerakan tim penyelamat.
“Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak jalur yang terputus dan cuaca belum mendukung.
Kadang-kadang helikopter dan pesawat kesulitan mendarat,” ungkapnya.
Hingga hari ini, pemerintah telah mengerahkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400 untuk mengirim bantuan logistik, obat-obatan, serta peralatan darurat ke wilayah terdampak.
Alur distribusi bantuan terus dievaluasi untuk memastikan suplai tetap mengalir meski akses darat belum sepenuhnya pulih. Prabowo menegaskan bahwa bantuan akan dikirim secara berkelanjutan mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Trump Wacanakan Pangkas Pajak Penghasilan Besar-Besaran, Klaim Negara Bisa Hidup dari Tarif
Seiring dengan meluasnya dampak bencana, BNPB dan pemerintah daerah terus meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Tim SAR gabungan juga terus menambah personel untuk mempercepat proses pencarian, evakuasi, serta penyaluran bantuan ke titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau. Masyarakat yang selamat kini ditempatkan di sejumlah pos pengungsian yang terus dibenahi agar dapat menampung kebutuhan dasar para penyintas.