INSIBERNEWS – Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, akhirnya bisa kembali ke rumah setelah menerima rehabilitasi pada Jumat, 28 November 2025. Namun di balik kebebasannya, Ira mengungkap satu persoalan yang masih ia hadapi: seluruh rekening keluarganya masih diblokir, termasuk milik suami dan anak-anaknya.
Dalam sebuah acara syukuran sederhana di Jatiwarna, Bekasi, pada Sabtu, 29 November 2025, Ira menceritakan bagaimana situasinya setelah keluar dari Rutan KPK. Ia mengatakan, kondisi keuangannya benar-benar terbatas.
“Seluruh rekening saya sampai hari ini masih diblokir, suami saya, anak saya,” ujar Ira di hadapan awak media.
Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Dipindahkan ke Rumah Aman, Polisi Tegaskan Kondisi Psikis Belum Stabil
Ia kemudian menuturkan bahwa saat itu hanya memiliki uang tunai sekitar Rp1,2 juta, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam beberapa hari ke depan.
Namun, di tengah kondisi yang serba terbatas itu, Ira mengaku dikejutkan oleh kebaikan orang-orang terdekatnya. Secara tak disangka, seorang teman yang juga mantan anak buahnya datang membantu dengan memberikan uang sebesar Rp5 juta sebagai pegangan awal.
“Tiba-tiba ada teman yang ngasih, anak buah, yang saya tahu gajinya berapa, ngasih Rp5 juta.
‘Ini buat makan, buat belanja sementara,’ katanya,” tutur Ira mengenang.
Baca Juga: Guru 3T Terharu Prabowo Janji Bangun Jembatan Akses Sekolah: 'Beliau Benar-Benar Peduli'
Tak hanya itu, beberapa kerabat dan sahabat lain juga turut menunjukkan kepeduliannya dengan mengirimkan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, mie instan, hingga telur. Bantuan itu membuat Ira merasa bahwa di tengah keterbatasan finansial, ia tidak pernah benar-benar sendirian.
“Jadi ada yang ngirim minyak, mie, telur. Ternyata tanpa uang pun, saya masih bisa makan,” ucapnya sambil tersenyum haru.
Meski begitu, Ira tidak menampik bahwa selama menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi KSU dan akuisisi PT Jembatan Nusantara periode 2019–2022, banyak pula orang yang memilih menjauh. Ia memahami bahwa kasus yang menjeratnya membuat banyak orang enggan berkomunikasi.
“Di saat kami dalam perkara seperti itu, banyak yang menghindar, bahkan untuk sekadar kami kontak. Wajar, mereka takut,” katanya jujur.
Artikel Terkait
BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
Trump Wacanakan Pangkas Pajak Penghasilan Besar-Besaran, Klaim Negara Bisa Hidup dari Tarif
Belanja Pemerintah Tembus Rp1.109 T, Airlangga Sebut Dorong Laju Ekonomi di Akhir 2025
Selalu Dikaitkan dengan Hal Negatif, Jokowi Tegaskan Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP: 'Yang Saya Resmikan itu Bandara Maleo'
Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025 2026, Kapasitas Disebut Bakal Jauh Lebih Besar
Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi!
BNPB Beberkan Situasi Terkini Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Jiwa, Dua Siklon Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem
Guru 3T Terharu Prabowo Janji Bangun Jembatan Akses Sekolah: 'Beliau Benar-Benar Peduli'
Prabowo Menangis Lihat Anak Menyeberang Sungai demi Sekolah: 'Kita Harus Cepat Bertindak!'
Pelaku Ledakan SMAN 72 Dipindahkan ke Rumah Aman, Polisi Tegaskan Kondisi Psikis Belum Stabil