INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan berani soal kebijakan fiskal. Dalam sebuah panggilan video kepada para personel militer, ia menyebut pemerintahannya tengah mengkaji pemangkasan signifikan terhadap pajak penghasilan — bahkan membuka kemungkinan menghapusnya sepenuhnya dalam dua tahun ke depan.
Menurut Trump, penerimaan negara dari tarif impor yang selama ini ia dorong bisa menjadi sumber pemasukan alternatif yang membuat beban pajak masyarakat berkurang drastis.
Ia menyampaikan hal itu dengan penuh keyakinan di hadapan para anggota militer yang mengikuti sesi virtual tersebut.
Baca Juga: BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
“Selama beberapa tahun ke depan, kita dapat memangkas pajak penghasilan secara substansial. Bahkan bisa dihapus kalau penerimaan tarif terus meningkat,” kata Trump dalam panggilan itu.
Pernyataan ini langsung memicu diskusi luas karena datang di saat pemerintah AS sedang bersiap menghadapi berakhirnya sejumlah kebijakan pajak era Tax Cuts and Jobs Act yang akan habis masa berlakunya pada akhir 2025. Banyak pihak menilai Trump tengah menyiapkan paket pajak baru yang lebih populis dan selaras dengan janji kampanyenya.
Baca Juga: Polri Buka Posko Kemanusiaan, Ajak Warga Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Seluruh Indonesia
Dalam penjelasannya, Trump menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan ruang gerak lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan pekerja.
Ia mengklaim potongan pajak akan memulihkan daya beli dan mempercepat pertumbuhan ekonomi setelah tekanan global yang masih dirasakan beberapa sektor.
Meski terdengar menarik, wacana menghapus pajak penghasilan membuat sejumlah ekonom mengernyitkan dahi. Mereka menilai tarif impor tidak akan mampu menutup seluruh kebutuhan fiskal negara, apalagi jika belanja pemerintah — mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pertahanan — tetap sebesar sekarang.
Kritik juga datang dari kelompok analis yang khawatir kebijakan ini justru mengalihkan beban ke konsumen melalui kenaikan harga barang. Tanpa pajak penghasilan, penerimaan negara akan bertumpu pada tarif, dan itu berarti harga impor berpotensi melambung dan memicu inflasi baru.
Sementara itu, para pendukung Trump menyambut gagasan tersebut dengan optimisme. Mereka menilai pemangkasan pajak akan menggairahkan dunia usaha dan memberikan dorongan tambahan bagi pekerja yang selama ini terimpit beban biaya hidup. Trump sendiri tampak tak gentar dengan kritik.
Baca Juga: Setahun Memimpin, Prabowo Dinilai Masih Bawa Beban Jokowi dan Ekspektasi Publik yang Tinggi
Artikel Terkait
Lebam Diduga Narkoba, Elon Musk Ungkap Alasan Kondisi Matanya dan Pengunduran Diri ke Donald Trump
Donald Trump Tolak Bantuan Mediasi Vladimir Putin Terkait Konflik Iran vs Israel
Ungkap Telah Selamatkan Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, Donald Trump: Saya Malah Dihujani Kebencian
Presiden AS Donald Trump Dinominasikan PM Israel Netanyahu untuk Nobel Perdamaian Dunia
Donald Trump Sebut Kematian Charlie Kirk jadi Momen Gelap, Kanada hingga Italia Ingatkan Sinyal Bahaya
London Memanas, Ribuan Warga Turun ke Jalan Tolak Kunjungan Donald Trump
Canda Prabowo di Munas PKS: Di PBB Saya Sampai Pukul-Pukul Meja, Disindir Donald Trump
Puji Prabowo di KTT Mesir, Donald Trump: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
Teken Gencatan Senjata Gaza di KTT Mesir, Donald Trump Sempat Bisik-bisik ke Prabowo saat Mikrofon Menyala
Disebut 'Fasis' oleh Wali Kota Terpilih New York, Begini Respons Santai Donald Trump