Baca Juga: Target 100 Ribu Peserta, Pemerintah Mulai Persiapkan Magang Nasional Batch III
Para pengamat juga menyebut bahwa Ukraina kini berada pada tahap diplomasi yang sangat sensitif. Di satu sisi, Kyiv ingin mempertahankan dukungan besar dari negara-negara Barat.
Di sisi lain, mereka harus merumuskan strategi yang tidak menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, terutama setelah perang berkepanjangan dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang tak ringan.
Meski sejumlah langkah maju mulai terlihat, banyak pihak menilai perundingan damai ini masih jauh dari kata tuntas. Kunci dari perjalanan ini, menurut para diplomat, terletak pada kemampuan semua pihak menemukan titik temu tanpa memaksa Ukraina mengorbankan prinsip utamanya.
Baca Juga: FIBA Rombak Sistem Peringkat Dunia, Timnas Kini Kumpulkan Poin Tanpa Risiko Dipotong
Untuk saat ini, dunia hanya bisa menunggu bagaimana rancangan rencana perdamaian itu berkembang. Namun satu hal jelas: Kyiv tidak akan mengubah konstitusinya, dan garis merah itu telah digarisbawahi berkali-kali sebagai bentuk komitmen untuk mempertahankan kedaulatan negara di tengah krisis yang belum menunjukkan akhir.***