Saat pemeriksaan, kata Budi, tersangka mengaku didorong oleh kemarahan yang telah terakumulasi.
Adapun, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada penetapan Alex sebagai pelaku.
Polisi masih mengejar kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk mereka yang berpotensi membantu upaya pelaku dalam proses pembuangan jenazah atau upaya menutupi tindak pidana.
Kasus hilangnya Alvaro sejak Maret 2025 sebelumnya menyita perhatian publik setelah jasad yang diduga merupakan tubuh korban ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Proses identifikasi kini masih berlangsung di laboratorium forensik.***