“Saat laporan ini dibuat, erupsi masih terjadi. Kolom abu masih teramati meski tertutup kabut,” ujar Liswanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa siang.
PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, dan penambang pasir untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama, serta mewaspadai potensi aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Baca Juga: Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan atas Penyitaan Aset, Sidang Resmi Dinyatakan Berakhir
Gunung Semeru memang dikenal aktif dan rutin mengalami erupsi setiap tahun. Namun, peningkatan aktivitas kali ini menjadi pengingat bahwa gunung setinggi 3.676 meter itu masih menyimpan energi besar.
Warga di sekitar lereng diminta tetap tenang, tetapi selalu waspada terhadap kemungkinan peningkatan intensitas letusan dalam beberapa hari ke depan. ***