news

Maut di Tempat Wisata Viral: Kentongan Raksasa 'Menghabisi' Nyawa Bocah 6 Tahun di Warung Wisata, Kopi Ingkar Janji

Senin, 27 Oktober 2025 | 20:05 WIB
MENINGGAL DUNIA TERTIMPA KENTONGAN RAKSASA - Polisi mengolah TKP bocah enam tahun tewas tertimpa kentongan ukuran besar di Rumah Makan Kopi Ingkar Janji, D. I. Yogyakarta. (Dok. Polres Kulon Progo)

Duka Mendalam Manajemen dan Pertemuan Awal dengan Keluarga Korban

Tragedi ini juga memberikan pukulan berat bagi pihak manajemen Kopi Ingkar Janji.

Manajer Rumah Makan, M. Arif Ridho, menyampaikan duka cita mendalam dan mengakui bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran besar.

“Kita semua terpukul dan berduka. Ini menjadi pelajaran besar bagi kami untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh fasilitas di tempat usaha,” kata Arif.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan empati, manajemen memastikan akan memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada keluarga korban.

Mereka juga telah menyampaikan belasungkawa langsung dan ikut mendampingi keluarga korban dalam prosesi tahlilan.

Bahkan, tahlilan turut diadakan di rumah makan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Baca Juga: Prabowo Dorong Kerja Sama Konkret di Asia Timur, Ingatkan Persaingan Harus Tetap Sehat

Akankah Berlanjut ke Ranah Hukum? Keluarga Masih Berkabung

Kini, suasana duka menyelimuti keluarga AISK di Padukuhan Pandeyan, Kalurahan Bangunharjo, Bantul. AISK, yang merupakan anak tunggal dan cucu perempuan satu-satunya, dimakamkan pada Senin (20/10/2025) pukul 10.00 WIB di Makam Tlajuk, Bangunharjo.

Dukuh Pandeyan, Yuli Lestari, menuturkan bahwa kepergian AISK adalah duka yang luar biasa bagi keluarga besar. Ia juga membenarkan kehadiran sejumlah karyawan Kopi Ingkar Janji saat pemakaman.

Terkait kelanjutan kasus ini, Yuli menjelaskan bahwa pihak keluarga belum mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum. Fokus utama saat ini adalah masa berkabung.

“Malam tadi (Minggu malam) sempat ada pertemuan awal dengan perwakilan Polsek Nanggulan, manajemen, dan owner rumah makan. Tapi suasana masih duka, keluarga belum ada keputusan,” jelas Yuli.

Baca Juga: 5000 Pohon di Jakarta Rawan Tumbang, Pramono Anung Perintahkan Penanganan Cepat

Pertemuan tersebut, yang digelar sekitar pukul 20.00 WIB, menjadi momen pihak rumah makan menyampaikan permintaan maaf dan duka cita secara langsung.

Halaman:

Tags

Terkini