INSIBERNEWS - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait insiden penampilan seorang biduan dalam acara peresmian Masjid Darul Falah di Desa Senden Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (22/10/2025).
Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PD PAB) MUI, KH Masyhuril Khamis, menilai bahwa tindakan tersebut telah melukai kesucian rumah ibadah dan menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap adab serta nilai-nilai sakral dalam Islam.
Baca Juga: Dua Pesawat Militer AS Jatuh di Laut China Selatan, Tak Ada Korban Jiwa Dilaporkan
Menurutnya, masjid bukan sekadar bangunan untuk berkumpul, melainkan tempat yang memiliki kehormatan tinggi di sisi Allah. Karena itu, segala kegiatan yang dilakukan di dalamnya seharusnya membawa suasana khidmat, ketenangan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual.
“Masjid itu rumah Allah, tempat beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Tidak sepatutnya dijadikan ajang hiburan yang mengandung unsur maksiat atau melalaikan,” ujar Kiai Masyhuril dengan nada menyesal.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat dan para panitia kegiatan keagamaan harus lebih berhati-hati dalam merancang acara di lingkungan masjid. Unsur hiburan boleh saja ada, tetapi harus tetap dalam koridor yang sesuai dengan syariat dan adab Islam.
Baca Juga: Love Scam Kian Menggila! Ribuan WNI Terjebak Jaringan Penipuan Siber Internasional
“Kalau mau menghibur masyarakat, caranya harus benar. Jangan sampai menghapus nilai kesakralan tempat ibadah. Ada banyak bentuk hiburan yang tetap bernilai positif tanpa menimbulkan kontroversi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Masyhuril berharap kejadian di Temanggung itu tidak dilakukan dengan unsur kesengajaan. Namun, apabila terbukti disengaja, maka hal tersebut bisa dikategorikan sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap nilai-nilai agama dan bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.
Baca Juga: Turnamen Baru di Asia Tenggara, 3 Prinsip FIFA Bikin ASEAN Cup
Ia pun meminta para tokoh agama, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar agar lebih aktif mengedukasi dan mengawasi kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing, supaya peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
“Masjid adalah simbol kesucian dan ketenteraman umat. Jangan sampai fungsinya tercoreng hanya karena ketidaktahuan atau kelalaian penyelenggara. Ini pelajaran berharga bagi semua pihak,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Soal Penyebar Meme Bahlil Lahadalia, Bahlil Sebut Sudah Maafkan Penyebar dan Stop Laporan
Pasar Barito 'Disulap' Jadi Lebih Modern, Gubernur DKI Janjikan Sewa Gratis untuk Pedagang!
Tabrakan Beruntun di Tol Waru-Juanda, Empat Mobil Ringsek Diduga Akibat Kurang Jaga Jarak
Pemerintah Fokus Awasi Impor Ilegal dari Pelabuhan, Tak Akan Sasar Pedagang Pasar
Usai Julia Prastini Akui Selingkuh Dan Minta Maaf, Netizen Minta Daehoon Jangan Mau Balikan Lagi Dengan Jule
Tanda Tubuhmu Sedang Stres Akibat Olahraga Berlebihan, Waspadai Sebelum Terlambat!
Turnamen Baru di Asia Tenggara, 3 Prinsip FIFA Bikin ASEAN Cup
Love Scam Kian Menggila! Ribuan WNI Terjebak Jaringan Penipuan Siber Internasional
Ridwan Kamil Lega Hasil Tes DNA Buktikan Tuduhan Tak Benar, Tak Masalah Lisa Mariana Tak Ditahan
Dua Pesawat Militer AS Jatuh di Laut China Selatan, Tak Ada Korban Jiwa Dilaporkan