INSIBERNEWS — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa terdapat sekitar lima ribu pohon di wilayah ibu kota yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan warga.
Ia menegaskan, langkah antisipatif harus segera dilakukan dengan memberikan penyangga tambahan atau memangkas pohon-pohon yang sudah terlalu rimbun.
“Beberapa daerah, termasuk di Pondok Indah, memang ada pohon-pohon yang perlu kita buatkan trigger, penyangganya. Saya sudah memerintahkan kepada Pak Fajar (Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Fajar Sauri) untuk segera ditangani, mungkin ada 5.000-an pohon yang perlu trigger atau penyangga,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025.
Baca Juga: Purbaya Siap Sikat Impor Baju Bekas Ilegal: Siapa Nolak, Siap-Siap Ditangkap!
Instruksi ini disampaikan setelah peristiwa tragis di Pondok Indah, Jakarta Selatan, di mana sebuah pohon besar tumbang dan menimpa mobil Lexus yang tengah melintas.
Insiden tersebut menewaskan seorang pengemudi, sekaligus menjadi pengingat betapa pentingnya perawatan dan pemantauan rutin terhadap pepohonan di ruang publik Jakarta.
Pramono mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak menunda tindakan, terutama terhadap pohon-pohon yang sudah tua, miring, atau memiliki akar yang tidak kuat.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas Temuan Tambang Emas Ilegal di Kawasan Sirkuit Mandalika
“Ini soal keselamatan warga. Jangan tunggu tumbang dulu baru bertindak. Kita harus lakukan pemangkasan dan pemasangan penyangga sejak dini,” tegasnya.
Namun, di balik upaya pemerintah menambah penyangga atau melakukan pemangkasan, Pramono mengakui bahwa tidak jarang petugas menghadapi kendala di lapangan.
Beberapa warga, kata dia, terkadang menolak ketika pohon di sekitar rumahnya akan dipangkas atau diberi penyangga, dengan alasan mengganggu estetika lingkungan.
Baca Juga: Program MBG Tuai Pujian Dunia di Markas Besar PBB Jenewa, Jadi Contoh Integrasi Sosial dan Ekonomi
“Kadang ada warga yang keberatan, padahal ini untuk keamanan bersama. Kita nggak mau ada korban lagi hanya karena penanganan terlambat atau ditolak,” ujar Pramono.
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta pun diminta memperketat pemantauan terhadap pohon-pohon di area rawan seperti tepi jalan raya, taman kota, dan kawasan pemukiman padat.
Artikel Terkait
Love Scam Kian Menggila! Ribuan WNI Terjebak Jaringan Penipuan Siber Internasional
Ridwan Kamil Lega Hasil Tes DNA Buktikan Tuduhan Tak Benar, Tak Masalah Lisa Mariana Tak Ditahan
Dua Pesawat Militer AS Jatuh di Laut China Selatan, Tak Ada Korban Jiwa Dilaporkan
YLKI Desak Pemerintah Tindak Tegas Aqua Jika Terbukti Gunakan Air Sumur Bor
4 Tahun Berjuang Lawan Stroke, Tukul Arwana Kini Terlihat Lebih 'Gemuk dan Segar'! Kisah Haru di Ultah Ke-62
MUI Sesalkan Penampilan Biduan di Acara Peresmian Masjid: 'Masjid Bukan Tempat Hiburan'
Eza Gionino dan Echa Sepakat Soal Nafkah Anak, Sidang Cerai Berlanjut di PA Cibinong
Program MBG Tuai Pujian Dunia di Markas Besar PBB Jenewa, Jadi Contoh Integrasi Sosial dan Ekonomi
DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas Temuan Tambang Emas Ilegal di Kawasan Sirkuit Mandalika
Purbaya Siap Sikat Impor Baju Bekas Ilegal: Siapa Nolak, Siap-Siap Ditangkap!