INSIBERNEWS - Meskipun gencatan senjata telah disepakati antara pihak-pihak yang bertikai, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan internasional untuk menahan diri.
Ia menyampaikan pernyataan yang menggemparkan dunia diplomatik dengan menegaskan bahwa Israel tetap berhak menentukan langkah militernya sendiri, termasuk terhadap Gaza maupun Lebanon.
Baca Juga: Jelang Pertemuan Trump–Xi di Korsel, AS Tiba-Tiba Cabut Ancaman Tarif 100 Persen untuk China
Dalam rapat kabinet yang digelar Minggu malam waktu setempat, Netanyahu berbicara tegas di hadapan para menterinya dan sejumlah pejabat tinggi militer. Ia menegaskan bahwa Israel adalah negara yang berdiri di atas kedaulatannya sendiri dan tidak akan meminta restu siapa pun untuk bertindak demi keamanan nasional.
“Israel adalah negara merdeka,” ujar Netanyahu dengan nada tegas.
“Kami akan mempertahankan diri dengan cara kami sendiri, tanpa harus meminta izin dari negara mana pun, termasuk sekutu terdekat kami,” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah para pejabat senior Amerika Serikat tiba di Yerusalem untuk mendorong stabilisasi dan memastikan implementasi gencatan senjata berjalan efektif.
Delegasi tersebut dikabarkan membawa pesan dari Washington agar Israel menahan diri dan fokus pada diplomasi, bukan serangan lanjutan.
Namun, nada keras Netanyahu justru memperlihatkan arah sebaliknya. Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan pihak mana pun mengatur kebijakannya, terutama dalam hal keamanan.
Sikap itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintahnya tetap bersiap mengambil langkah militer jika merasa terancam, meski kesepakatan damai sementara telah ditandatangani.
Baca Juga: TKA di Sulteng Tewas usai Dikeroyok, Jeratan Pidana Berat Siap Bayangi Pelaku
Beberapa analis menilai ucapan Netanyahu bukan sekadar bentuk perlawanan terhadap tekanan internasional, melainkan juga strategi politik domestik.
Di tengah tekanan oposisi dan kritik dari masyarakat Israel terkait kebijakan perang yang berkepanjangan, Netanyahu tampaknya berusaha menunjukkan ketegasan dan kekuatan di hadapan publik.