“Kami akan menuntaskan pekerjaan jika kesepakatan ini ditolak,” katanya singkat.
Isi proposal juga menyentuh hal teknis di lapangan. Garis pertempuran yang kini ada akan dibekukan, penarikan pasukan dilakukan bertahap, sementara fasilitas produksi senjata Hamas serta jaringan terowongan bawah tanah harus dihancurkan. Tujuannya jelas: mencegah Hamas kembali membangun kekuatan militernya.
Baca Juga: Red Notice Michael Steven Turun! Perburuan Buronan Kresna Group Kian Panas!
Rencana ini tidak hanya bicara soal gencatan senjata, tapi juga menyusun peta jalan bagi masa depan Gaza. Amerika Serikat menawarkan pembentukan pemerintahan transisi yang dipimpin oleh sebuah komite teknokrat Palestina non-politis.
Komite ini akan bekerja di bawah pengawasan lembaga internasional baru bernama Board of Peace, yang disebut-sebut akan langsung dipimpin oleh Trump.
Baca Juga: Tom Holland Tenangkan Fans, Ungkap Kondisi Terbaru Usai Insiden di Lokasi Syuting Spider-Man
Selain itu, proposal juga menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Jalur Gaza begitu kesepakatan diteken. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban lebih dari dua juta warga yang selama ini terhimpit krisis akibat perang berkepanjangan.
Dengan segala ketegangan yang ada, dunia kini menunggu, apakah Hamas akan menerima jalan tengah ini, atau memilih mempertaruhkan nasib Gaza kembali dalam lingkaran konflik tanpa ujung.