Tangis Keluarga Iringi Pencarian 65 Santri yang Hilang di Reruntuhan Musala Ponpes Sidoarjo

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 30 September 2025 | 08:32 WIB
Asrama Santri di Sidoarjo Ambruk (Foto : istimewa)
Asrama Santri di Sidoarjo Ambruk (Foto : istimewa)

 

INSIBERNEWS - Upaya penyelamatan pasca ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, masih berlangsung hingga Senin malam, 29 September 2025. Tim gabungan berjibaku menyingkirkan puing-puing beton tebal dengan dibantu dua alat berat yang sejak sore siaga di lokasi.

Data terakhir dari posko pencarian mencatat jumlah korban hilang meningkat tajam. Jika sebelumnya hanya 26 santri yang dilaporkan belum ditemukan, kini angka itu melonjak menjadi 65 orang. Lonjakan tersebut membuat suasana posko semakin penuh harap sekaligus mencekam.

Baca Juga: 11 Provinsi Gelar Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2025

Di posko korban yang berada di kampus II Ponpes Al Khoziny, tangisan para orang tua pecah ketika mengetahui nama anak mereka masuk daftar pencarian. Beberapa wali santri yang datang dari luar kota pun tak kuasa menahan emosi saat menerima kabar.

Saifuddin, seorang ayah asal Sampang, Madura, terlihat lunglai begitu mendapat kabar anaknya masuk daftar santri hilang. Ia hanya bisa menangis sembari memohon kepada tim penyelamat untuk segera menemukan putranya.

"Anakku enggak ketemu, anakku tolong pak," ucapnya dengan suara parau, sebelum dipapah keluarganya yang ikut mendampingi.

Baca Juga: One Piece 1146 Mundur Sepekan, Preview Bocorkan Episode Dr. Chopper

Ratusan personel dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, hingga relawan tampak bergantian menyusuri reruntuhan. Setiap suara atau tanda dari balik tumpukan beton membuat mereka terhenti sejenak, berusaha memastikan apakah masih ada korban yang memberi tanda kehidupan.

Sesekali terdengar suara lirih meminta tolong dari dalam reruntuhan. Rintihan itu menjadi satu-satunya harapan bagi para keluarga yang menunggu, sekaligus penyemangat besar bagi tim penyelamat yang bekerja tanpa henti.

Proses evakuasi tidak mudah. Beton bangunan empat lantai itu runtuh menimpa hampir seluruh sisi musala. Tim penyelamat bahkan harus bekerja ekstra hati-hati agar upaya evakuasi tidak menambah risiko bagi korban yang masih terjebak.

Baca Juga: Red Notice Michael Steven Turun! Perburuan Buronan Kresna Group Kian Panas!

Hingga malam hari, pencarian terus dilanjutkan dengan penerangan seadanya. Suasana mencekam bercampur haru masih menyelimuti kawasan pesantren.

Harapan keluarga kini hanya bertumpu pada kerja keras para petugas yang terus berjuang menembus puing demi puing untuk menemukan puluhan santri yang masih hilang.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X