Trump dan Netanyahu Tawarkan Peta Jalan Perdamaian Gaza, Hamas Didesak Terima atau Hadapi Konsekuensi

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 30 September 2025 | 08:38 WIB
Moment Benjamin Netanyahu Berpidato di Sidang PBB (Foto : Dok/United Nations)
Moment Benjamin Netanyahu Berpidato di Sidang PBB (Foto : Dok/United Nations)

INSIBERNEWS - Upaya diplomasi internasional kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana perdamaian terbaru untuk Gaza.

Rencana itu disampaikan di Washington, Senin (29/9/2025), dengan pesan tegas yang ditujukan langsung kepada Hamas agar segera menerima proposal tersebut.

Baca Juga: Tangis Keluarga Iringi Pencarian 65 Santri yang Hilang di Reruntuhan Musala Ponpes Sidoarjo

Dalam draf kesepakatan yang disebut sebagai proposal 20 poin, Israel diminta menghentikan operasi militer secara langsung.

Sebagai gantinya, Hamas wajib membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan menyerahkan jenazah lebih dari dua lusin sandera yang diyakini telah meninggal. Proses ini diberi tenggat waktu 72 jam sejak persetujuan dicapai.

Jika tahap awal itu berhasil, Israel akan membalas dengan melepaskan ratusan warga Gaza yang kini mendekam di penjara.

Selain itu, ada ketentuan yang menyebutkan bahwa untuk setiap jenazah sandera Israel yang dikembalikan, Tel Aviv akan menyerahkan jenazah 15 warga Gaza.

Baca Juga: 11 Provinsi Gelar Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober 2025

Seorang sumber Palestina yang mengetahui jalannya perundingan mengungkapkan kepada BBC bahwa para pemimpin Hamas sebenarnya sudah menerima kerangka besar dari proposal tersebut.

Namun, mereka masih menimbang konsekuensi jangka panjang, terutama soal syarat yang melarang Hamas terlibat lagi dalam pemerintahan Gaza di masa mendatang.

Trump dalam konferensi pers menyebut langkah ini sebagai “hari bersejarah bagi perdamaian.” Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap akan berdiri di sisi Israel jika Hamas menolak.

Baca Juga: One Piece 1146 Mundur Sepekan, Preview Bocorkan Episode Dr. Chopper

“Jika mereka menolak, Netanyahu tahu bahwa kami akan mendukung Israel melakukan apa pun yang diperlukan,” ujar Trump dengan nada serius di hadapan wartawan.

Netanyahu sendiri tidak kalah tegas. Ia menekankan bahwa Israel tetap akan melanjutkan operasi jika Hamas menolak atau gagal menjalankan komitmennya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X