Penyamaran identitas, mobilitas lintas negara, dan jaringan bawah tanah menjadi kombinasi sempurna untuk menyembunyikan operasi besar seperti ini.
Baca Juga: Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Kasus Paryatin alias “Dewi Astutik” bukan cuma soal 2 ton sabu, tapi juga tentang bagaimana negara dan masyarakat harus lebih waspada terhadap celah-celah pemalsuan identitas dan penyusupan jaringan narkoba.
Mungkin saja, orang yang kita kira pergi kerja ke luar negeri, sedang membangun jalur peredaran barang haram yang mengancam jutaan nyawa di negeri ini.