Penyamaran identitas, mobilitas lintas negara, dan jaringan bawah tanah menjadi kombinasi sempurna untuk menyembunyikan operasi besar seperti ini.
Baca Juga: Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Kasus Paryatin alias “Dewi Astutik” bukan cuma soal 2 ton sabu, tapi juga tentang bagaimana negara dan masyarakat harus lebih waspada terhadap celah-celah pemalsuan identitas dan penyusupan jaringan narkoba.
Mungkin saja, orang yang kita kira pergi kerja ke luar negeri, sedang membangun jalur peredaran barang haram yang mengancam jutaan nyawa di negeri ini.
Artikel Terkait
Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif
Dilaksanakan Bulan Juni 2025, Wamendagri Bagikan Informasi Terkait Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua
Tak Tinggal Diam, Pemerintah AS Ajukan Banding Putusan Pengadilan yang Guncang Tarif Trump
Kronologi Santri Ponpes Gus Miftah Dipukul Ramai-Ramai, Kasus Gagal Damai dan Naik ke Polisi
Resmi! Gaji ke-13 Cair Bulan Juni 2025 untuk ASN hingga Pensiunan, Ini Komponennya
Visa Furoda 2025 Dihentikan Arab Saudi, BP Haji: Jangan Tertipu Biro Nakal!
Proyek Masjid Rp 101 Miliar Dikorupsi, Dua Orang Resmi Ditahan Kejari Karanganyar
Kepala Badan Gizi Nasional: Menu Harian Anak Tak Bergizi, MBG Hadir sebagai Solusi