INSIBERNEWS – Warga Dukuh Sumber Agung, Ponorogo, mendadak jadi sorotan usai nama Dewi Astutik disebut sebagai gembong narkoba penyelundup 2 ton sabu ke Indonesia.
Nama ini terungkap langsung dari Kepala BNN, Komjen Pol Marthinus Hukom, yang menyebut Dewi sebagai tokoh kunci jaringan Fredy Pratama—jaringan narkoba kelas kakap se-Asia Tenggara.
Namun, saat dicek ke kampung halamannya, tak ada satu pun warga yang mengenal nama Dewi Astutik.
Baca Juga: Kepala Badan Gizi Nasional: Menu Harian Anak Tak Bergizi, MBG Hadir sebagai Solusi
Di balik kejanggalan itu, muncullah satu nama yang bikin geger: Paryatin.
Foto di KTP dan paspor “Dewi Astutik” ternyata disebut mirip dengan Paryatin, mantan TKW yang pernah kerja di Taiwan dan sempat pamit ke Kamboja tahun lalu.
Sri Wahyuni, salah satu tetangga, bersaksi bahwa memang wajahnya mirip.
Bahkan Mbah Misiyem, tetangga lainnya, membenarkan bahwa Paryatin sempat tinggal sebentar di rumah sebelum “menghilang” lagi ke luar negeri.
Baca Juga: Proyek Masjid Rp 101 Miliar Dikorupsi, Dua Orang Resmi Ditahan Kejari Karanganyar
Kepala Dusun setempat, Gunawan, mengaku tak tahu menahu soal Dewi Astutik, tapi membenarkan kalau polisi sempat datang mencari informasi.
Belakangan, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu, menjelaskan bahwa identitas “Dewi Astutik” adalah nama adik Paryatin yang dipalsukan.
Paryatin sendiri kini masuk dalam daftar buronan internasional dengan red notice dari Interpol. Lokasinya diduga kuat berada di Kamboja.
Baca Juga: Kronologi Santri Ponpes Gus Miftah Dipukul Ramai-Ramai, Kasus Gagal Damai dan Naik ke Polisi
Kisah ini membuka mata kita betapa sindikat narkoba internasional tak lagi sekadar wajah-wajah kriminal berdarah dingin, tapi bisa menyamar dalam wujud ibu-ibu biasa, mantan TKW, bahkan tetangga kita sendiri.
Artikel Terkait
Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif
Dilaksanakan Bulan Juni 2025, Wamendagri Bagikan Informasi Terkait Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua
Tak Tinggal Diam, Pemerintah AS Ajukan Banding Putusan Pengadilan yang Guncang Tarif Trump
Kronologi Santri Ponpes Gus Miftah Dipukul Ramai-Ramai, Kasus Gagal Damai dan Naik ke Polisi
Resmi! Gaji ke-13 Cair Bulan Juni 2025 untuk ASN hingga Pensiunan, Ini Komponennya
Visa Furoda 2025 Dihentikan Arab Saudi, BP Haji: Jangan Tertipu Biro Nakal!
Proyek Masjid Rp 101 Miliar Dikorupsi, Dua Orang Resmi Ditahan Kejari Karanganyar
Kepala Badan Gizi Nasional: Menu Harian Anak Tak Bergizi, MBG Hadir sebagai Solusi