Beijing pun telah melayangkan protes resmi, menganggap tindakan tersebut memperlihatkan ketidakkonsistenan Amerika Serikat dalam menjaga kebebasan dan keterbukaan yang selama ini mereka elu-elukan.
Baca Juga: 1,8 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos, Mensos: Ekonomi Mereka Sudah Lebih Mapan
Meski demikian, China tetap berpegang pada prinsip kerja sama. Mao Ning mengungkapkan bahwa posisi Beijing terhadap Amerika Serikat tetap berada pada jalur yang sama, yakni berharap ada kerja sama yang lebih konstruktif demi menjaga hubungan bilateral yang sehat dan berkelanjutan.
Dialog dan kolaborasi, menurutnya, jauh lebih penting daripada langkah-langkah yang hanya akan menimbulkan ketegangan dan memperkeruh suasana.
Rencana pencabutan visa pelajar asal China ini bukanlah hal baru. Ini adalah kelanjutan dari kebijakan keras pemerintahan Trump terhadap mahasiswa internasional di AS yang sebelumnya juga mencakup pencabutan ribuan visa, penahanan, hingga deportasi mahasiswa atas dasar aktivitas politik.
Kebijakan semacam ini tak pelak memicu kekhawatiran di dunia pendidikan internasional dan berpotensi serius mengancam hubungan akademik antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini.