Ketegangan AS-China Memanas: Beijing Kecam Rencana Pencabutan Visa Mahasiswa, Sebut Diskriminatif

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Mei 2025 | 13:46 WIB
Xi Jinping: China dan AS Harus Bangun Hubungan Stabil demi Kepentingan Bersama (Photo : istimewa)
Xi Jinping: China dan AS Harus Bangun Hubungan Stabil demi Kepentingan Bersama (Photo : istimewa)

INSIBERNEWS - Hubungan antara Amerika Serikat dan China kembali diuji dengan adanya rencana Washington untuk mencabut visa sejumlah mahasiswa asal China.

Kebijakan ini, yang digulirkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, dimaksudkan untuk memperketat pengawasan terhadap pelajar internasional dari Negeri Tirai Bambu, namun langsung menuai kecaman keras dari Beijing.

Baca Juga: Berkat Laporan Warga, Ribuan Belangkas Terselamatkan dari Penyelundupan Lintas Negara

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (29/5) (merujuk pada 29 Mei 2025), tak ragu menyatakan penolakan.

"Keputusan AS tersebut tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar," tegas Mao.

Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan hanya merugikan hak dan kepentingan para pelajar China yang sedang menimba ilmu, tetapi juga berpotensi mengganggu jalinan sosial dan budaya yang telah terbangun antara kedua negara adidaya ini.

Baca Juga: Beda Agama, Amanda Rawles dan Adriel Susanteo Resmi Menikah

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Robio, mengumumkan bahwa di bawah payung kebijakan pemerintahan Trump, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akan melakukan pencabutan visa secara agresif.

Targetnya jelas, para mahasiswa yang diduga memiliki hubungan dengan Partai Komunis China atau yang menekuni bidang-bidang strategis tertentu akan menjadi sasaran utama. Rubio juga mengisyaratkan adanya pengetatan kriteria pemberian visa bagi pelajar asal China dan Hong Kong.

Baca Juga: Kasus Kecelakaan Maut BMW, Polisi Selidiki Dugaan Upaya Tutupi Identitas Kendaraan

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi ancaman keamanan nasional, serta pembatasan pengaruh China di lingkungan akademik dan teknologi AS.

Baca Juga: Langit Gaza Mulai Tenang, Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Sementara 60 Hari

Merespons tudingan itu, Mao Ning tak gentar. Ia menuduh Washington menggunakan alasan keamanan nasional dan ideologi sebagai dalih yang tak relevan.

"Ini adalah keputusan yang sangat merugikan pelajar internasional China dan mencederai prinsip pertukaran budaya serta ilmiah antar negara," tukas Mao Ning, seraya menekankan bahwa langkah AS ini bermotif politik dan diskriminatif.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X