INSIBERNEWS - Penyelidikan kasus kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswa UGM, Argo Ericko Achfandi, kini memasuki babak baru. Polisi mengungkap adanya indikasi manipulasi identitas mobil BMW yang dikendarai oleh Christiano, tersangka dalam insiden tragis tersebut. Salah satu temuan penting adalah adanya pelat nomor berbeda yang terpasang sebelum dan sesudah kecelakaan.
Baca Juga: Langit Gaza Mulai Tenang, Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Sementara 60 Hari
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo menyebut pihaknya telah mengantongi identitas pelaku yang diduga mengganti pelat nomor mobil tersebut. Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan sejumlah pelat nomor berbeda di dalam kendaraan mewah itu.
"Kami mendalami siapa yang mengganti pelatnya, apakah ada niat menyembunyikan identitas mobil atau melindungi pihak tertentu. Ada beberapa pasang pelat yang kami amankan, dan semuanya sedang kami periksa keasliannya," ujar Edy, Kamis (29/5).
Baca Juga: 1,8 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos, Mensos: Ekonomi Mereka Sudah Lebih Mapan
Sebelum kejadian, mobil sedan BMW tersebut diketahui menggunakan pelat nomor F 12XX yang belakangan diketahui terdaftar untuk mobil lain, yaitu Volkswagen Golf.
Namun saat kendaraan dievakuasi dari lokasi kejadian, pelat sudah berganti menjadi B-1442-NAC. Perubahan ini menimbulkan kecurigaan publik dan viral di media sosial, memicu dugaan bahwa ada upaya untuk mengelabui aparat.
Baca Juga: Dealer Utama BYD di Shandong Tumbang, Ribuan Konsumen Terlilit Masalah Refund
Penelusuran netizen yang cepat dan tajam membuat kasus ini menjadi sorotan nasional. Polisi kini tengah menelusuri apakah penggantian pelat dilakukan oleh tersangka sendiri atau ada pihak lain yang turut terlibat. Motif di balik tindakan tersebut menjadi fokus utama penyidikan lanjutan.
Baca Juga: Canggihnya Helikopter Kepresidenan AW189 yang Digunakan Prabowo dan Macron ke Borobudur
Christiano sendiri telah resmi menjadi tersangka dan kini ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan tidak akan ada pihak yang kebal hukum.
Polresta Sleman mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan spekulasi liar. Informasi resmi akan terus diperbarui agar publik mendapatkan kejelasan dan proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan.
Artikel Terkait
Kemensos Seleksi Guru yang Berempati Tinggi untuk Sekolah Rakyat Miskin
Dituding Praktik Perbudakan, Raksasa EV China BYD Digugat Jaksa Brasil Rp740 Miliar
Presiden Macron Kunjungi Borobudur: Persahabatan Indonesia–Prancis Lewat Diplomasi Budaya, Penghargaan, dan Harmoni di Puncak Candi
Kepergian Si Uni: Harimau Tertua di Taman Rimba Jambi dan Kisah Sunyi Konservasi
Nikita Mirzani Gugat Reza Gladys: Konflik Bisnis Skincare dan Isyarat Ajakan Damai di Tengah Sidang
Canggihnya Helikopter Kepresidenan AW189 yang Digunakan Prabowo dan Macron ke Borobudur
Pelaku Pencabulan Anak Tiri Disabilitas di Serang Ditangkap, Korban Berani Bersuara Setelah Lama Tertutup
Dealer Utama BYD di Shandong Tumbang, Ribuan Konsumen Terlilit Masalah Refund
1,8 Juta Warga Tak Lagi Terima Bansos, Mensos: Ekonomi Mereka Sudah Lebih Mapan
Langit Gaza Mulai Tenang, Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata Sementara 60 Hari