INSIBERNEWS – Belakangan ini, kabar tentang makin banyak anak SD di Seoul yang mengalami depresi dan kecemasan jadi perhatian banyak orang.
Studi terbaru dari Kantor Pendidikan Seoul mengungkap fakta mengejutkan bahwa selama tiga tahun terakhir, gejala masalah kesehatan mental pada siswa SD makin meningkat.
Mulai dari depresi, kecemasan, sampai pesimisme yang makin terasa, jadi peringatan serius untuk orang tua dan pendidik.
Salah satu penyebab utama yang disebutkan adalah pengaruh media sosial. Anak-anak yang masih kecil sudah aktif di Instagram, YouTube, dan berbagai platform lain, tanpa sadar sering membandingkan diri dengan kehidupan glamor yang mereka lihat di layar.
Kondisi ini bikin mereka merasa kurang, minder, dan akhirnya berujung pada perasaan tidak bahagia yang berkepanjangan.
Perasaan “kurang” ini ternyata cukup berbahaya untuk kesehatan mental yang sedang berkembang.
Selain itu, pola asuh yang terlalu protektif juga turut berperan. Di Korea Selatan, gaya pengasuhan yang terlalu “sensitif” dan memanjakan emosi anak justru bikin daya tahan emosional mereka melemah.
Anak yang dibungkus dengan perhatian berlebihan ketika menghadapi masalah kecil cenderung jadi lebih mudah stres dan cemas ketika ada tantangan yang lebih besar.
Jadi, bukannya makin kuat, anak-anak ini justru makin rentan terhadap depresi.
Hal ini mengingatkan kita, terutama para orang tua, bahwa membangun ketahanan mental pada anak itu penting.
Memberikan ruang bagi anak untuk belajar menghadapi masalah dan tantangan, serta membatasi pengaruh negatif dari media sosial, bisa jadi langkah kecil tapi berarti besar.