INSIBERNEWS - Belakangan ini, tagar "Kabur Aja Dulu" ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini mencerminkan kegelisahan sebagian masyarakat terhadap situasi di Indonesia saat ini.
Banyak yang mempertimbangkan untuk merantau atau bahkan pindah ke luar negeri demi mencari kehidupan yang lebih baik.
Namun, di tengah perbincangan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan bahwa cinta terhadap Indonesia tidak hanya diukur dari kebanggaan saat negeri ini dalam kondisi baik, tetapi justru diuji ketika berbagai tantangan muncul.
Menurut Anies, rasa lelah dalam menghadapi kondisi negara adalah sesuatu yang manusiawi.
Baca Juga: Banjir Kritik usai Dilantik, Deddy Corbuzier Menolak Terima Gaji Sebagai Stafsus
“Perjuangan tanpa jeda itu melelahkan. Wajar jika ada yang merasa ingin istirahat sejenak atau mencari peluang di tempat lain. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita tetap memiliki niat untuk berkontribusi bagi negeri ini, di mana pun kita berada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nasionalisme bukan sekadar soal tempat tinggal, melainkan bagaimana seseorang tetap memberikan manfaat bagi bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri.
Lebih lanjut, Anies mencontohkan bahwa banyak tokoh besar Indonesia yang pernah menghabiskan waktu lama di luar negeri, tetapi tetap memiliki peran besar dalam membangun bangsa.
“Jangan melihat nasionalisme dari alamat tempat tinggal seseorang. Banyak dari mereka yang bekerja, belajar, atau menetap di luar negeri, tetapi tetap memberikan sumbangsih bagi Indonesia, meski dari kejauhan,” tambahnya.
Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya
Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap negara bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, tidak terbatas hanya pada keberadaan fisik di dalam negeri.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pergi ke luar negeri. Ada banyak faktor yang membuat seseorang harus bertahan di Indonesia, baik karena alasan keluarga, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi.
Artikel Terkait
NU Tegaskan Haram! Bergabung dalam Konflik Negara Lain Termasuk Palestina Bisa Memperbesar Fitnah!
Badan Anggaran DPR Minta Pemerintah untuk Ngerem Pengangkatan Stafsus Demi Efisiensi Anggaran
Soal Efisiensi Anggaran, DPR Nilai Kementerian dan Lembaga Gagap dan Tidak Siap?
Pengangkatan Stafsus Presiden Kena Kritik Badan Anggaran DPR, Sebenarnya Seberapa Penting Tugasnya?
Presiden Prabowo Adakan Glamping untuk Kepala Daerah dengan Anggaran Rp10 M di Tengah Efisiensi
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya
Berdedikasi Tinggi hingga Lepas Gelar Kerajaan, Kate Middleton Pilih Jadi Pembantu di Sekolah Dasar
Catat Prestasi Baru! BRI Masuk Dalam Jajaran Perusahaan Elite di Asia-Pasifik 2025 versi Majalah TIME
Banjir Kritik usai Dilantik, Deddy Corbuzier Menolak Terima Gaji Sebagai Stafsus
Bobby Nasution Menantu Jokowi dan Gubernur Jateng Terpilih Ahmad Luthfi Resmi Gabung ke Partai Gerindra: Ada yang Menarik Dibalik Keputusan Ini!