Di Tengah Maraknya ‘Kabur Aja Dulu’, Anies Ingatkan Makna Nasionalisme

Photo Author
- Jumat, 14 Februari 2025 | 16:02 WIB
Anies Baswedan - Mantan Gubernur DKI Jakarta (Instagram @aniesbaswedan)
Anies Baswedan - Mantan Gubernur DKI Jakarta (Instagram @aniesbaswedan)

INSIBERNEWS - Belakangan ini, tagar "Kabur Aja Dulu" ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini mencerminkan kegelisahan sebagian masyarakat terhadap situasi di Indonesia saat ini.

Banyak yang mempertimbangkan untuk merantau atau bahkan pindah ke luar negeri demi mencari kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Bobby Nasution Menantu Jokowi dan Gubernur Jateng Terpilih Ahmad Luthfi Resmi Gabung ke Partai Gerindra: Ada yang Menarik Dibalik Keputusan Ini!

Namun, di tengah perbincangan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan bahwa cinta terhadap Indonesia tidak hanya diukur dari kebanggaan saat negeri ini dalam kondisi baik, tetapi justru diuji ketika berbagai tantangan muncul.

Menurut Anies, rasa lelah dalam menghadapi kondisi negara adalah sesuatu yang manusiawi.

Baca Juga: Banjir Kritik usai Dilantik, Deddy Corbuzier Menolak Terima Gaji Sebagai Stafsus

“Perjuangan tanpa jeda itu melelahkan. Wajar jika ada yang merasa ingin istirahat sejenak atau mencari peluang di tempat lain. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita tetap memiliki niat untuk berkontribusi bagi negeri ini, di mana pun kita berada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nasionalisme bukan sekadar soal tempat tinggal, melainkan bagaimana seseorang tetap memberikan manfaat bagi bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Catat Prestasi Baru! BRI Masuk Dalam Jajaran Perusahaan Elite di Asia-Pasifik 2025 versi Majalah TIME

Lebih lanjut, Anies mencontohkan bahwa banyak tokoh besar Indonesia yang pernah menghabiskan waktu lama di luar negeri, tetapi tetap memiliki peran besar dalam membangun bangsa.

“Jangan melihat nasionalisme dari alamat tempat tinggal seseorang. Banyak dari mereka yang bekerja, belajar, atau menetap di luar negeri, tetapi tetap memberikan sumbangsih bagi Indonesia, meski dari kejauhan,” tambahnya.

Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas hingga Rp200 M, Ketua MBG Ungkap Dampaknya

Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap negara bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, tidak terbatas hanya pada keberadaan fisik di dalam negeri.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pergi ke luar negeri. Ada banyak faktor yang membuat seseorang harus bertahan di Indonesia, baik karena alasan keluarga, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X