INSIBERNEWS - Pada Kamis (13/2/2025), sebuah kejutan datang dari dunia politik Indonesia. Dua tokoh besar yang baru saja menjadi bagian dari Partai Gerindra, yaitu menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, dan Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ahmad Luthfi.
Keputusan keduanya untuk bergabung dengan partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto ini diumumkan langsung oleh Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dasco mengungkapkan, keduanya kini resmi menjadi anggota Partai Gerindra setelah mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Mantan Purnawirawan Polisi dan Eks Kader PDIP Gabung Gerindra
Sebelum bergabung dengan Gerindra, Ahmad Luthfi dikenal sebagai seorang purnawirawan polisi yang berhasil memenangkan kursi Gubernur Jawa Tengah pada pemilu lalu. Luthfi yang sebelumnya berada di luar dunia politik, kini menjadikan Gerindra sebagai tempat baru untuk berkiprah.
Sementara itu, Bobby Nasution, yang merupakan menantu Jokowi, sebelumnya adalah kader PDI Perjuangan. Namun, dia terpaksa berpisah dengan partai berlambang kepala banteng hitam tersebut pada akhir tahun lalu. PDI Perjuangan memecat Bobby bersamaan dengan pemecatan Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka, anak pertama Jokowi yang juga merupakan Wali Kota Solo.
Alasan pemecatan Bobby dan keluarganya cukup menarik perhatian. DPP PDIP menilai bahwa mereka telah melanggar aturan partai, terutama soal dukungan terhadap pasangan calon lain di Pilpres 2024. Sebagai informasi, Bobby diketahui memberikan dukungan kepada calon presiden selain Ganjar-Mahfud, yang merupakan pilihan PDIP dalam Pemilu 2024.
Keputusan Politik dengan Dampak Besar
Keputusan Bobby Nasution dan Ahmad Luthfi untuk bergabung dengan Partai Gerindra jelas membawa dampak signifikan dalam peta politik Indonesia. Selain meningkatkan kekuatan Gerindra di wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh PDIP, hal ini juga menunjukkan adanya pergeseran dukungan politik menuju poros Prabowo Subianto. Tentunya, hal ini akan memperkuat posisi Gerindra menjelang Pilpres 2024.
Mungkin, perubahan arah politik ini juga akan membuka jalan bagi figur-figur baru yang berambisi mendulang suara besar di tingkat nasional. Namun, bagaimana reaksi partai-partai politik lain terhadap langkah ini masih akan sangat menarik untuk diikuti. Yang jelas, Gerindra kini semakin solid dengan bergabungnya dua figur penting ini.
Apakah ini berarti kemenangan bagi Prabowo Subianto di Pilpres 2024? Hanya waktu yang akan menjawab!
Artikel Terkait
Luhut Binsar Pandjaitan Mengenai Program Makan Bergizi Gratis: Anak-anak Bahagia, Ekonomi Desa Berputar, dan Beban Keluarga Berkurang
Menko Infra AHY Sebut Pemerintah Berupaya Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Moda Transportasi Lain Menjelang Lebaran 2025
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Ramadan 2025, Jadwal Sekolah Bisa Berubah! Ini Tiga Opsi yang Sedang Dibahas Pemerintah!
Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Lakukan Deforestasi untuk Lahan Pangan dan Energi: Pemerintah Tidak Deforestasi!
Menyambut Februari 2025, Apa Saja Libur yang Menanti?
KCI Bakal Terapkan Pembelian Tiket KRL Secara Digital, Stasiun Sudirman dan BNI City Jadi Percobaan
KIP Kuliah Bakal Ganti Nama, Mendikti Sesuaikan dengan Kabinet Merah Putih Prabowo
KIP Kuliah 2025 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Tahapan Pendaftarannya!
Deddy Corbuzier Diangkat Jadi Staf Khusus Menhan! Usai Bela Program MBG, Kini Punya Peran Baru di Pertahanan?