Rencana Trump Soal Gaza Dikecam Keras, Kelompok Palestina: Ini Deklarasi Perang!

Photo Author
- Kamis, 13 Februari 2025 | 14:17 WIB
Donald Trump ingin memiliki Gaza sehingga Hamas tidak bisa kembali (Instagram @realdonaldtrump)
Donald Trump ingin memiliki Gaza sehingga Hamas tidak bisa kembali (Instagram @realdonaldtrump)

INSIBERNEWS - Kelompok-kelompok Palestina dengan tegas mengecam rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengambil alih Gaza dan merelokasi penduduknya.

Mereka menyebut langkah tersebut sebagai "deklarasi perang" yang bertujuan untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka sendiri.

Baca Juga: Trump-Netanyahu Berisiko Hancurkan Perjanjian Perdamaian Gaza

Kecaman ini disampaikan dalam pernyataan resmi Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam, sebuah koalisi yang menaungi mayoritas kelompok perjuangan Palestina.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh TRT World, komite tersebut menegaskan bahwa kebijakan Trump menunjukkan wajah asli dari aliansi Amerika-Israel dalam menekan dan menyerang hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?

"Rencana ini bukan hanya ancaman, tetapi bentuk agresi nyata yang bertujuan untuk mengusir rakyat kami dari Gaza," tegas mereka.

Tak hanya itu, mereka juga menyerukan kepada negara-negara Arab untuk tidak tinggal diam.

KTT Arab yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari mendatang didorong untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menentang rencana ini dan melindungi hak-hak warga Palestina.

Baca Juga: Dulu Musuhan, Presiden Suriah dan Putin Kini Kembali Berhubungan Baik Lewat Telepon

Kritik keras terhadap rencana ini tidak hanya datang dari dalam Palestina, tetapi juga dari berbagai pihak di Timur Tengah.

Banyak yang menilai bahwa pemindahan paksa warga Gaza ke wilayah lain akan menciptakan krisis kemanusiaan besar-besaran dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan.

Baca Juga: Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintahan baru di AS mengenai apakah rencana tersebut masih akan dilanjutkan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X