INSIBERNEWS - Rencana kontroversial mantan Presiden AS Donald Trump dan mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengubah Gaza menjadi "Sungai Timur Tengah" dan merelokasi penduduknya mendapat sorotan tajam.
Menurut analis politik Israel, Zvi Harel, langkah ini tidak hanya mengancam kehidupan rakyat Palestina, tetapi juga dapat mengguncang kestabilan politik di Mesir dan Yordania.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?
Dalam artikelnya yang diterbitkan oleh Haaretz, Harel menyoroti bahwa Trump telah mengabaikan peringatan terkait dampak geopolitik dari kebijakan ini.
Salah satu risiko terbesar adalah kemungkinan terjadinya konflik di sepanjang perbatasan Israel-Mesir, terutama jika rencana pemukiman ulang warga Gaza dipaksakan tanpa koordinasi yang jelas.
Baca Juga: Dulu Musuhan, Presiden Suriah dan Putin Kini Kembali Berhubungan Baik Lewat Telepon
Tak hanya itu, Yordania juga disebut-sebut bisa mengalami ketidakstabilan serius jika negara tersebut dipaksa menampung ratusan ribu pengungsi Palestina yang terdampak kebijakan ini.
"Trump mengabaikan peringatan bahwa memaksa Yordania menerima pengungsi dalam jumlah besar bisa mengguncang pemerintahan di sana," ujar Harel dalam analisisnya.
Baca Juga: Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara
Rencana pemindahan paksa ini menuai kritik luas dari berbagai pihak, termasuk kelompok hak asasi manusia dan komunitas internasional.
Mesir dan Yordania, yang selama ini memiliki perjanjian damai dengan Israel, diyakini tidak akan tinggal diam jika kebijakan tersebut benar-benar dijalankan.
Baca Juga: Vonis Dinaikkan! Harvey Moeis Dihukum 20 Tahun Penjara
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintahan baru di AS atau Israel mengenai kelanjutan proyek tersebut.
Namun, kritik dari para analis seperti Harel menunjukkan bahwa dampak dari rencana Trump dan Netanyahu ini bisa jauh lebih besar dari yang diperkirakan, tidak hanya bagi Palestina, tetapi juga bagi kestabilan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Agar Ibadah Diterima, Jangan Lakukan 6 Kebiasaan Ini Saat Nisfu Sya'ban 2025
Kemendikti Saintek Buka Suara Tentang Kasus Ratusan Siswa Tak Bisa Ikut SNBP Karena Sekolah Gagal Isi PDSS
Arab Saudi Adakan Nikah Massal, Sediakan Mobil dan Rumah sebagai Hadiah untuk 300 Pengantin
Erdogan Hadiahkan Mobil Listrik Canggih ke Prabowo, Balasannya Bikin Kagum!
Vonis Dinaikkan! Harvey Moeis Dihukum 20 Tahun Penjara
IKN Diisukan Jadi Megaproyek Mangkrak, Jokowi Optimis: Semua Sudah Sesuai Tahapan
Jelang Laga Panas Persija vs Persib di Bekasi, Ketum Suporter Viking Titip Tim Kesayangannya ke Fans The Jak Mania: Semoga Bisa Kondusif
Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Ciawi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara
Dulu Musuhan, Presiden Suriah dan Putin Kini Kembali Berhubungan Baik Lewat Telepon
Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?