INSIBERNEWS - Korea Utara kembali melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, kali ini menyoroti pernyataan mantan Presiden Donald Trump yang ingin menguasai Jalur Gaza.
Melalui kantor berita resminya, KCNA, Pyongyang menyebut ide tersebut sebagai hal yang “konyol” dan menuduh AS melakukan pemerasan terhadap dunia dengan ambisi geopolitiknya yang berlebihan.
Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (12/2/2025), KCNA mengkritik keras usulan Trump yang ingin memindahkan warga Palestina dari Gaza dan mengubah wilayah tersebut menjadi destinasi wisata mewah yang disebutnya sebagai “Riviera Timur Tengah.”
Menurut Korea Utara, gagasan itu menunjukkan bagaimana AS terus mengabaikan hak-hak rakyat Palestina dan hanya memikirkan kepentingan strategisnya sendiri.
Baca Juga: Kejagung dan KPK Pangkas Anggaran, Efisiensi Capai Triliunan Rupiah di Tahun 2025
Pyongyang juga menuduh Washington terobsesi dengan ekspansi wilayah, dengan menyebut keinginan Trump untuk menguasai Greenland dan Terusan Panama sebagai bukti nyata.
KCNA tidak hanya menyoroti rencana Trump terhadap Gaza, tetapi juga menyinggung kebijakan-kebijakan kontroversial lainnya, termasuk usulan mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika."
Baca Juga: Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian dari Rusia, Picu Kontroversi!
Menurut Korea Utara, langkah-langkah seperti ini membuktikan bahwa AS masih terjebak dalam “delusi imperialisme” dan terus berupaya mendikte dunia tanpa memperhitungkan martabat serta kedaulatan negara lain.
Pyongyang menegaskan bahwa dunia saat ini berada di tengah ketegangan yang semakin meningkat akibat tindakan sepihak AS.
Baca Juga: Tragis! Seorang Ayah di Bekasi Tega Lempar Bayinya ke Genangan Banjir
“Dunia kini mendidih bak panci bubur akibat deklarasi bombastis AS,” tulis KCNA dalam laporannya.
Korea Utara juga menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menyalahkan AS atas situasi yang terus memburuk di Gaza, dengan menyebut Washington sebagai dalang utama di balik kekerasan yang terjadi di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Hamas Tunda Pembebasan Sandera, Tuding Israel Langgar Gencatan Senjata
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025, Idul Fitri 31 Maret
Netanyahu Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Perang Berlanjut!
Jokowi Jawab Soal Coretan ‘Adili Jokowi’: Itu Ekspresi Kekalahan, Biasa Aja dalam Demokrasi!
Seperti Punya Pesta Pernikahan Setiap Hari, Menkeu Sri Mulyani Ungkap Kerumitan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Jamin Mitigasi Bencana Layanan Publik Tetap Optimal, Istana: Tidak Benar BMKG Kena Efisiensi 50 Persen
Tragis! Seorang Ayah di Bekasi Tega Lempar Bayinya ke Genangan Banjir
Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian dari Rusia, Picu Kontroversi!
Kejagung dan KPK Pangkas Anggaran, Efisiensi Capai Triliunan Rupiah di Tahun 2025
Presiden Turki Erdogan Tiba di Jakarta, Bahas Kerja Sama Bilateral dan Isu Global