Raja Yordania Abdullah II Tolak Usulan Relokasi Warga Gaza, Ingin Kompromi dengan Trump Soal Masyarakat Palestina

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 12 Februari 2025 | 18:17 WIB
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan).  (Instagram.com/@whitehouse)
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)

INSIBERNEWS - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal masyarakat Palestina masih menjadi perbincangan hangat di publik internasional.

Keinginan Trump yang mau merelokasi warga Palestina dan membangun kembali Gaza di bawah kepemilikan AS menuai berbagai reaksi dan penolakan dari banyak pihak.

Dilansir dari Reuters, pernyataan itu diutarakan Trump dalam pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, D.C, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Baca Juga: Penggemarnya Tewas Dibunuh Oleh Guru Sendiri, IVE Berduka dan Kirimkan Karangan Bunga Untuk Korban

"AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen," cetus Trump.

Menerima penolakan dari warga Palestina terkait rencana relokasi yang digagas olehnya, Trump mengaku heran.

"Saya tidak berpikir orang-orang harus kembali ke Gaza. Mengapa mereka ingin kembali? Tempat itu seperti neraka," ujar Presiden AS itu.

Baca Juga: Ramai Seruan Boikot, Berikut Serba-serbi Kontroversi Karakter Sabra di Film Captain America: Brave New World

Belum lama ini, Trump mengusulkan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir, keduanya merupakan mitra utama AS di Timur Tengah.

Terkait hal itu, Raja Yordania Abdullah II menolak keras usulan tersebut usai melakukan pertemuan langsung dengan Trump di Gedung Putih, pada Rabu, 12 Februari 2025.

Yordania Berada di Pihak Warga Gaza, Palestina
Dilansir dari Al Jazeera, Raja Abdullah II mengklaim pihaknya menolak relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza, seperti yang dicetuskan Trump.

"Saya menegaskan kembali posisi teguh Yordania terhadap penolakan pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah posisi Arab yang bersatu," tegas Raja Abdullah II dalam pernyataan resminya usai melakukan pembicaraan dengan Trump di Gedung Putih.

Baca Juga: Bertemu Erdogan di Bogor, Prabowo Sebut Ingin Produksi Bersama Industri Pertahanan RI dan Turki

"Membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina dan mengatasi situasi kemanusiaan yang mengerikan harus menjadi prioritas semua pihak," tegasnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X