Kejagung dan KPK Pangkas Anggaran, Efisiensi Capai Triliunan Rupiah di Tahun 2025

Photo Author
- Rabu, 12 Februari 2025 | 15:30 WIB
Gedung Kejaksaan Agung RI. (foto: Istimewa)
Gedung Kejaksaan Agung RI. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjalani efisiensi anggaran yang cukup signifikan pada tahun 2025.

Kedua lembaga penegak hukum ini dipastikan akan memangkas belanja mereka hingga mencapai triliunan rupiah. Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Rabu, 12 Februari 2025.

Baca Juga: Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian dari Rusia, Picu Kontroversi!

Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, menjelaskan bahwa Kejagung akan melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp5,4 triliun dari total pagu anggaran awal sebesar Rp24,2 triliun.

Dengan pemotongan ini, anggaran Kejagung akan tersisa Rp18,8 triliun.

"Kami melakukan restrukturisasi anggaran untuk tahun 2025 dengan memotong belanja barang sebesar Rp1,9 triliun, termasuk penyesuaian otomatis untuk perjalanan dinas senilai Rp339 miliar. Selain itu, belanja modal juga dipotong sebesar Rp3,4 triliun," jelas Bambang.

Baca Juga: Tragis! Seorang Ayah di Bekasi Tega Lempar Bayinya ke Genangan Banjir

Dari total anggaran awal, Kejagung mengalokasikan Rp1,82 triliun untuk program pelayanan dan penegakan hukum, sementara Rp23,1 triliun dialokasikan untuk program dukungan manajemen.

Meski anggaran dipangkas, Bambang menegaskan bahwa efisiensi ini tidak akan mengganggu kinerja utama Kejagung dalam menegakkan hukum.

Baca Juga: Jamin Mitigasi Bencana Layanan Publik Tetap Optimal, Istana: Tidak Benar BMKG Kena Efisiensi 50 Persen

Sementara itu, KPK juga tidak luput dari kebijakan efisiensi ini. Agus Joko Pramono, Komisioner KPK, menyebutkan bahwa lembaga antikorupsi tersebut akan memangkas anggarannya sebesar Rp201 miliar dari pagu awal sebesar Rp1,2 triliun.

"Setelah efisiensi, anggaran KPK akan dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp790 miliar, belanja barang Rp233,91 miliar, dan belanja modal Rp11,82 miliar," ujar Agus.

Baca Juga: Netanyahu Ultimatum Hamas: Bebaskan Sandera atau Perang Berlanjut!

Agus menambahkan, penurunan anggaran terbesar terjadi pada belanja barang, yaitu sebesar Rp194,1 miliar, dan belanja modal yang dipotong Rp6,9 miliar.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X