Hamas Tunda Pembebasan Sandera, Tuding Israel Langgar Gencatan Senjata

Photo Author
- Rabu, 12 Februari 2025 | 12:42 WIB
Hamas Kembali Membebaskan Sandera  (Foto : REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Hamas Kembali Membebaskan Sandera (Foto : REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

INSIBERNEWS - Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka menunda pembebasan sandera warga Israel yang sebelumnya dijadwalkan pada Sabtu (15/2).

Keputusan ini diambil karena Israel diduga melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung di Gaza.

Baca Juga: Jakarta Bakal Terapkan Sistem Qris untuk Beli LPG 3 KG, Warga Non-DKI Gak Diajak!

Dalam pernyataannya, juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obaida, menyebutkan bahwa Israel telah melakukan berbagai pelanggaran, di antaranya menunda kepulangan pengungsi Palestina ke Gaza utara, menembaki sejumlah wilayah di Jalur Gaza, serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.

Semua tindakan ini dinilai bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati kedua pihak.

Baca Juga: Mampu Cetak Laba Senilai Rp60,64 Triliun, BRI Konsisten Melayani dan Berdayakan UMKM

"Karena pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah, pembebasan tahanan Zionis yang seharusnya dilakukan Sabtu (15/2) akan kami tunda hingga ada kepastian bahwa mereka benar-benar mematuhi perjanjian," ujar Abu Obaida dalam pernyataan resminya pada Senin (10/2).

Baca Juga: Harga Kopi Arabika Melonjak! Sentuh Rekor Tertinggi, Tembus Rp155 Juta per Ton

Meski demikian, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen menjalankan gencatan senjata selama Israel juga menghormati kesepakatan yang telah dibuat.

Brigade Al-Qassam menegaskan bahwa situasi di lapangan akan terus dipantau, dan setiap keputusan yang diambil bergantung pada kepatuhan Israel terhadap perjanjian yang telah mereka sepakati.

Baca Juga: Alasan di Balik Takbir 7 Kali dalam Sholat Idul Fitri, Simak Penjelasannya!

Ketegangan antara kedua pihak kembali meningkat di tengah upaya diplomasi internasional untuk memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan para sandera.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan pembebasan sandera akan kembali dijadwalkan, sementara tekanan internasional terus menguat agar kedua pihak menghormati perjanjian yang ada.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X