INSIBERNEWS - Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas setelah Washington resmi menaikkan tarif impor sebesar 10 persen terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu.
Keputusan ini langsung disambut dengan respons keras dari Beijing, yang menuding langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap aturan perdagangan internasional.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan tersebut.
"Kami akan mengambil langkah balasan yang diperlukan demi melindungi hak dan kepentingan kami," tegas perwakilan kementerian itu, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Pramono Anung Larang Keras ASN Jakarta Lakukan Poligami, hingga Ancam Akan Pecat yang Melanggar
Meski begitu, Beijing belum merinci bentuk tindakan yang akan mereka ambil, namun mereka mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Bukan hanya China yang terkena imbas, AS juga memberlakukan tarif impor baru sebesar 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Washington menekan tiga negara tersebut, yang dituduh berperan dalam meningkatnya peredaran fentanil dan arus imigran ilegal di AS.
Baca Juga: Kapolri Minta Jajarannya Respon Keluhan Masyarakat dengan Cepat Sebelum Viral, Begini Caranya
Namun, tuduhan ini mendapat reaksi keras dari China.
"Pengenaan tarif seperti ini justru tidak akan membantu, malah merusak kerja sama yang sudah terjalin dalam pengendalian narkoba," ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan terpisah.
Baca Juga: Tertarik dengan Investasi Bitcoin yang Nilainya Menjanjikan, Sebenarnya Halal atau Tidak?
Berbeda dengan China yang cenderung berhati-hati dalam merespons, Kanada dan Meksiko langsung mengumumkan kebijakan balasan berupa tarif impor terhadap produk-produk asal AS.
Meski Beijing belum secara eksplisit mengancam pembalasan serupa, banyak pihak menduga bahwa pemerintah China sedang merancang strategi untuk merespons langkah AS dengan cara yang lebih strategis.
Artikel Terkait
DeepSeek Jadi Sorotan, Dikhawatirkan Sebabkan Kebocoran Data ke Pemerintah China
Sejalan dengan Inisiatif BRI, Sosok Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer sebut UMKM Butuh Ekosistem Kuat di BRI Microfinance Outlook 2025
KPK dan Polri Sama-Sama Usut Korupsi LPEI, Dipastikan Tak Ada Tumpang Tindih
Menyoroti Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia, Prabowo Imbau Masyarakat untuk Tidak Masuk Negara Asing dengan Jalur Ilegal
Geger! Jasad Janin Bayi Ditemukan di Septic Tank RSUD Koja, Polisi Selidiki Kasusnya
BRI UMKM EXPORT 2025 Selesai Digelar, Lebih Dari 63 Ribu Pengunjung Hadir dan Realisasikan Kontrak Ekspor Senilai USD90,6 Juta
Tertarik dengan Investasi Bitcoin yang Nilainya Menjanjikan, Sebenarnya Halal atau Tidak?
Kapolri Minta Jajarannya Respon Keluhan Masyarakat dengan Cepat Sebelum Viral, Begini Caranya
Pramono Anung Larang Keras ASN Jakarta Lakukan Poligami, hingga Ancam Akan Pecat yang Melanggar
30 Pejabat dan Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Dipecat, Diduga Lakukan Pemerasan pada WNA Tiongkok