DeepSeek Jadi Sorotan, Dikhawatirkan Sebabkan Kebocoran Data ke Pemerintah China

Photo Author
- Minggu, 2 Februari 2025 | 14:30 WIB
AI DeepSeek Salip ChatGPT (foto: Istimewa)
AI DeepSeek Salip ChatGPT (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - DeepSeek, chatbot asal China yang baru-baru ini menarik perhatian dunia, kini menduduki posisi teratas dalam jumlah unduhan di platform App Store dan Google Play. Pencapaian ini tak lepas dari semakin populernya aplikasi tersebut di kalangan pengguna global.

Bahkan, penyedia cloud besar di Amerika Serikat seperti Microsoft mulai menawarkan DeepSeek di platform mereka.

Baca Juga: Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?

Namun, meskipun sukses secara komersial, aplikasi ini menuai kontroversi, terutama dari perusahaan dan institusi yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan.

Sejumlah eksekutif di perusahaan keamanan siber, seperti Armis dan Netskope, mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait potensi risiko kebocoran data.

Baca Juga: Perang Saudara Memanas di Khartoum, 56 Tewas dalam Serangan Artileri di Pasar Omdurman

Nadir Izrael, Chief Technology Officer (CTO) Armis, dalam wawancara dengan Bloomberg, menyebutkan bahwa

"kekhawatiran terbesar adalah potensi kebocoran data model AI yang bisa jatuh ke tangan pemerintah China".

Ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang bagaimana data pribadi pengguna dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memiliki akses ke informasi tersebut.

Baca Juga: Hubungan Makin Erat! Indonesia Bakal Latihan Militer WEST-2025 Bareng Rusia

Laporan lain dari Bloomberg Law mengungkapkan bahwa firma hukum terkemuka di San Francisco, Fox Rothschild, telah mengambil langkah untuk memblokir DeepSeek di lingkungan kerja mereka.

Keputusan ini diambil setelah melihat kebijakan privasi aplikasi yang kontroversial, yang mengharuskan perusahaan untuk menyimpan seluruh data pengguna di China.

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Arab Tolak Usulan Trump Soal Relokasi Warga Palestina ke Mesir dan Yordania

Di sana, undang-undang lokal mewajibkan perusahaan untuk menyerahkan data apapun kepada badan intelijen jika diminta, yang semakin menambah kecemasan mengenai privasi data global.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X