INSIBERNEWS - DeepSeek, chatbot asal China yang baru-baru ini menarik perhatian dunia, kini menduduki posisi teratas dalam jumlah unduhan di platform App Store dan Google Play. Pencapaian ini tak lepas dari semakin populernya aplikasi tersebut di kalangan pengguna global.
Bahkan, penyedia cloud besar di Amerika Serikat seperti Microsoft mulai menawarkan DeepSeek di platform mereka.
Baca Juga: Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?
Namun, meskipun sukses secara komersial, aplikasi ini menuai kontroversi, terutama dari perusahaan dan institusi yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan.
Sejumlah eksekutif di perusahaan keamanan siber, seperti Armis dan Netskope, mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait potensi risiko kebocoran data.
Baca Juga: Perang Saudara Memanas di Khartoum, 56 Tewas dalam Serangan Artileri di Pasar Omdurman
Nadir Izrael, Chief Technology Officer (CTO) Armis, dalam wawancara dengan Bloomberg, menyebutkan bahwa
"kekhawatiran terbesar adalah potensi kebocoran data model AI yang bisa jatuh ke tangan pemerintah China".
Ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang bagaimana data pribadi pengguna dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memiliki akses ke informasi tersebut.
Baca Juga: Hubungan Makin Erat! Indonesia Bakal Latihan Militer WEST-2025 Bareng Rusia
Laporan lain dari Bloomberg Law mengungkapkan bahwa firma hukum terkemuka di San Francisco, Fox Rothschild, telah mengambil langkah untuk memblokir DeepSeek di lingkungan kerja mereka.
Keputusan ini diambil setelah melihat kebijakan privasi aplikasi yang kontroversial, yang mengharuskan perusahaan untuk menyimpan seluruh data pengguna di China.
Baca Juga: Menteri Luar Negeri Arab Tolak Usulan Trump Soal Relokasi Warga Palestina ke Mesir dan Yordania
Di sana, undang-undang lokal mewajibkan perusahaan untuk menyerahkan data apapun kepada badan intelijen jika diminta, yang semakin menambah kecemasan mengenai privasi data global.
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump Akan Deportasi WNA yang Terlibat Aksi Pro Palestina
Keputusan Donald Trump untuk Deportasi WNA yang pro Palestina Menuai Kecaman
Kecelakaan Maut Mobil Dinas Kemenhan yang Berakhir Damai Dinilai Ada Relasi Kuasa Tak Imbang
Cek Kesehatan Mental Gratis Segera Hadir Februari Mendatang! Begini Cara Daftarnya
SPAI Desak Kemnaker! Pengemudi Ojol Harus Dapat THR, Jangan Cuma Omong Kosong
Kecelakaan Bus Brimob di Tol Pasuruan, Dua Orang Tewas Dan Lima Dirawat di RSSA
Hubungan Makin Erat! Indonesia Bakal Latihan Militer WEST-2025 Bareng Rusia
Menteri Luar Negeri Arab Tolak Usulan Trump Soal Relokasi Warga Palestina ke Mesir dan Yordania
Perang Saudara Memanas di Khartoum, 56 Tewas dalam Serangan Artileri di Pasar Omdurman
Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?