DeepSeek AI China Ganggu Dominasi Nvidia Sampai Kehilangan $593 Miliar dalam Sehari, Saham Teknologi AS Terjun Terparah dalam Sejarah! Apa Dampaknya?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 29 Januari 2025 | 18:02 WIB
DeepSeek China Ganggu Dominasi Nvidia! Saham Teknologi AS Terjun Bebas! (Image by freepik)
DeepSeek China Ganggu Dominasi Nvidia! Saham Teknologi AS Terjun Bebas! (Image by freepik)

INSIBERNEWS - Pada Senin, 27/01/2025, pasar saham global diguncang oleh berita yang mengejutkan—Nvidia, pemimpin pasar chip AI, mengalami kerugian $593 miliar dalam satu hari. Sebuah angka yang luar biasa besar dan mencatatkan rekor kerugian satu hari terbesar di Wall Street. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kehilangan nilai ini dipicu oleh munculnya model kecerdasan buatan dari perusahaan rintisan asal China, DeepSeek. Model AI yang mereka rilis diklaim jauh lebih murah dan efisien daripada pesaingnya, seperti ChatGPT dari OpenAI. Bahkan, asisten AI DeepSeek sudah berhasil melampaui ChatGPT dalam jumlah unduhan di App Store, membuat investor mulai khawatir akan ancaman nyata bagi dominasi perusahaan-perusahaan besar seperti Nvidia.

 Baca Juga: AI China DeepSeek Bikin Nasdaq Anjlok! Nvidia Kehilangan Rekor 3 Miliar, AI Murah China Menjadi Ancaman Terbesar!

Bagaimana DeepSeek Membuat Gelombang di Dunia AI?

Minggu lalu, DeepSeek, yang berasal dari Hangzhou, China, merilis model AI terbaru mereka yang disebut DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1. Keunggulannya terletak pada biaya yang jauh lebih murah, 20 hingga 50 kali lipat lebih hemat dibandingkan dengan model AI OpenAI. Bahkan, DeepSeek-R1 bisa digunakan dengan biaya kurang dari $6 juta, jauh lebih murah dibandingkan dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan besar di AS.

Keunggulan biaya ini membuat banyak orang di Silicon Valley, bahkan beberapa nama besar seperti Marc Andreessen, kapitalis ventura terkenal, menyebutnya sebagai "momen Sputnik" untuk AI. Momen ini mengingatkan kita pada saat Uni Soviet pertama kali meluncurkan satelit ke luar angkasa, yang memicu perlombaan luar angkasa global. DeepSeek-R1 dianggap sebagai terobosan besar yang mungkin merombak seluruh narasi dominasi AI global.

Nasdaq Turun, Investor Panik

Reaksi pasar terhadap berita ini sangat cepat. Indeks Nasdaq, yang dominan dengan saham-saham teknologi, anjlok 3,1% pada hari Senin. Nvidia menjadi penyumbang terbesar dari penurunan ini, dengan sahamnya terjun hampir 17%. Ini bukan hanya kerugian besar bagi Nvidia, tetapi juga untuk perusahaan-perusahaan besar lain yang terlibat dalam dunia chip dan AI, seperti Broadcom, Microsoft, dan Alphabet (induk Google).

Penurunan ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga meluas ke Asia dan Eropa. SoftBank Group di Jepang, misalnya, mengalami penurunan saham sebesar 8,3%, sementara di Eropa, ASML juga turun tajam hingga 7%.

 Baca Juga: DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?

Apakah Ini Saatnya Untuk Berinvestasi di Teknologi AI?

Meskipun banyak yang terkejut dengan kerugian besar ini, beberapa analis seperti Daniel Morgan, manajer portofolio senior di Synovus Trust Company, menilai bahwa aksi jual saham teknologi ini bisa jadi berlebihan. Menurutnya, model AI DeepSeek yang lebih murah memang bersaing langsung dengan aplikasi AI untuk ponsel dan PC, namun belum tentu bisa menggantikan kebutuhan chip untuk pusat data besar yang digunakan oleh Nvidia, AMD, dan Broadcom.

Ini membuka peluang bagi investor yang percaya bahwa pasar chip untuk pusat data tetap akan menjadi uang besar di dunia AI. Sementara saham Nvidia mungkin merosot dalam jangka pendek, banyak yang berpendapat bahwa ini justru kesempatan untuk membeli saham teknologi berkualitas tinggi saat harga saham sedang turun.

Saham Energi Turun, Apakah Ini Tanda Bahaya?

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X