“Menyajikan serangga dalam lauk MBG, rasanya bukan hanya tidak etis jika bukan tradisi setempat tapi malah merusak nafsu makan, menjadikan anak jadi proyek uji coba,” ungkap Tan Shot Yen.
Di sisi lain, dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menilai bahwa usulan BGN mengenai menu MBG serangga perlu dikaji ulang.
Baca Juga: Komdigi Segera Luncurkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten Demi Tindak Penyebaran Konten Ilegal
Karena menurut Johanes Chandrawinata, tidak semua orang menyukai serangga untuk dikonsumsi.
Selain itu, ada kemungkinan alergi yang terjadi pada anak-anak ketika mengkonsumsi serangga.***
Artikel Terkait
Pemerintah Alihkan Anggaran Infrastruktur ke Program Prioritas Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Apa Dampaknya?
Istana Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi Menu MBG Akibat Ada 40 Siswa di SDN Sukoharjo Keracunan
CELIOS Kritisi Program MBG, Nilai Tidak Mendorong UMKM Karena Ada Kerugian Besar
Badan Gizi Nasional Nyatakan Serangga dan Ulat Bisa Jadi Sumber Protein di MBG
BGN Rekomendasikan Serangga sebagai Menu MBG, Dokter Spesialis Gizi Nilai Perlu Dikaji Ulang