INSIBERNEWS - Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan bahwa kandungan protein dalam Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa diisi oleh serangga ataupun ulat.
Karena diketahui bahwa serangga maupun ulat memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Namun ternyata usulan dari BGN mengenai alternatif menu berprotein dengan menggunakan serangga atau ulat tidak mendapatkan respon yang baik.
Terdapat sejumlah ahli gizi yang mengkritik usulan menu serangga dan ulat.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (28/1/2025), Ahli gizi Tan Shot Yen menilai bahwa bisa jadi serangga tidak memiliki kandungan protein yang cukup.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan protein anak, maka harus dikonsumsi dalam jumlah yang besar.
Baca Juga: DPR Usul Moge Boleh Masuk Jalan Tol Supaya Pendapatan Negara Bertambah
Dengan demikian maka dikhawatirkan anak akan kehilangan selera makan.
Tidak hanya itu saja, Tan Shot Yen juga menilai bahwa menghidangkan serangga dan ulat dalam menu MBG merupakan tindakan yang tidak etis.
Karena tidak semua anak terbiasa dengan menu makanan berupa serangga ataupun ulat.
Baca Juga: Tegas! Yordania dan Mesir Tolak Usul Donald Trump untuk Pindahkan Warga Gaza, Ini Alasannya
Tan Shot Yen berpikir jika hal ini tetap dilakukan maka sama saja menjadikan anak sebagai proyek uji coba.
Artikel Terkait
Pemerintah Alihkan Anggaran Infrastruktur ke Program Prioritas Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Apa Dampaknya?
Istana Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi Menu MBG Akibat Ada 40 Siswa di SDN Sukoharjo Keracunan
CELIOS Kritisi Program MBG, Nilai Tidak Mendorong UMKM Karena Ada Kerugian Besar
Badan Gizi Nasional Nyatakan Serangga dan Ulat Bisa Jadi Sumber Protein di MBG
BGN Rekomendasikan Serangga sebagai Menu MBG, Dokter Spesialis Gizi Nilai Perlu Dikaji Ulang