5 Korban Bencana Longsor di Pekalongan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Modifikasi Cuaca

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 23 Januari 2025 | 15:44 WIB
Ilustrasi potret bencana longsor di Pekalongan  (Istimewa )
Ilustrasi potret bencana longsor di Pekalongan (Istimewa )

INSIBERNEWS - Akibat diguyur hujan lebat, bencana tanah longsor terjadi Desa Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin, 20 Januari 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.

Dampak dari longsor ini membuat 27 rumah rusak berat, lima jembatan rusak, tiga akses jalan terganggu karena tergenang air, dan tanggul jebol.

Diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Kamis (23/01/2025) sebanyak 159 orang diharuskan mengungsi.

Baca Juga: Razman Nasution Lapor Komnas HAM Usai Dilarang Bertemu Lolly hingga Curiga Putri Nikita Mirzani Alami Kekerasan

Berdasarkan data per Rabu, 22 Januari 2025, korban meninggal dunia akibat bencana ini dilaporkan sejumlah 21 orang.

Adapun, tim SAR gabungan sampai kini masih mengupayakan pencarian untuk 5 orang hilang.

Selain penemuan korban jiwa, data korban hilang dilakukan pengurangan karena nama yang awalnya tercantum telah ditemukan dalam keadaan hidup.

Baca Juga: Mendikdasmen Sambut Baik Kebijakan Sekolah yang Jalankan Program Tidur Siang

BNPB akan lakukan modifikasi cuaca untuk pencarian korban hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC untuk mengantisipasi cuaca yang lebih ekstrem.

Penggunaan TMC ini juga dilakukan agar pencarian korban hilang lebih maksimal karena memiliki waktu lebih lama dan tidak terhalang cuaca.

Nana Sudjana, Penjabat Gubernur Jawa Tengah mengungkapkan jika selama seminggu terakhir, turun hujan sangat lebat dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia Disebut MUI Sebagai Upaya Pengusiran

“Operasi TMC ini diharapkan bisa membantu meminimalkan cuaca ekstrem agar proses pencarian tidak terganggu,” ujar Nana.

TMC mulai dilakukan hari ini, Kamis, 23 Januari 2025.
Untuk proses penanganannya, akan melibatkan 1.300 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, SAR, Satpol PP, dan bantuan dari relawan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X