INSIBERNEWS - Gunung Ibu yang berlokasi di Halmahera Barat, Ibu Utara, Maluku Utara semula berstatus Siaga (level III).
Namun status Gunung Ibu meningkat menjadi Awas (level IV) pada 15 Januari 2025 pada pukul 10.00 WIT.
Hingga kini Gunung Ibu masih terus erupsi dengan ketinggian kolom 400-1.500 meter.
Erupsi gunung berapi adalah fenomena alam yang dapat menyebabkan dampak sangat besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar.
Ketika gunung berapi meletus, material vulkanik seperti lava, abu, gas beracun, dan batuan pijar bisa terlempar ke udara.
Hal tersebut terjadi dengan kekuatan luar biasa, mengancam keselamatan warga yang tinggal di dekatnya.
Lava yang mengalir dapat menghancurkan pemukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur.
Sementara abu vulkanik dapat menutupi tanah, merusak tanaman, serta mencemari sumber air.
Bagi warga, abu vulkanik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Seperti gangguan pernapasan dan iritasi mata, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Selain itu, erupsi gunung berapi seringkali disertai dengan fenomena lain seperti gempa bumi dan longsoran material, yang semakin memperburuk keadaan.
Artikel Terkait
Ribuan Pengungsi Bertambah di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Korban Jiwa dan Luka Semakin Banyak
Disela-sela Kunker di AS, Prabowo Gelar Vicon Rapat Respons Cepat Erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki Sudah 9 Hari Erupsi, Pemerintah Kabupaten Flores Timur Tetapkan Masa Tanggap Darurat
Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Penerbangan Batal dan Bandara Ditutup
Gunung Dukono Maluku Alami Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.300 Meter, Warga Diminta Waspada!