Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan

Photo Author
- Selasa, 10 Desember 2024 | 10:44 WIB
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan (Foto : istimewa)
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Setidaknya 22 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh Israel di Jalur Gaza.

Serangan tersebut, yang terjadi pada Senin, 9 Desember 2024, mengarah ke beberapa lokasi di Gaza, termasuk kamp pengungsi Jabalia di Gaza Utara, yang telah terperangkap dalam pengepungan selama lebih dari dua bulan.

Baca Juga: Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini

Pengepungan ini membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan pasokan makanan dan air, dan banyak dari mereka kini terancam kelaparan.

Menurut laporan yang diterima oleh Al Jazeera, serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia menggunakan rudal yang ditembakkan dari drone, menewaskan tiga orang yang menjadi sasaran serangan.

Baca Juga: Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat

Serangan ini menambah jumlah korban tewas yang terus meningkat di wilayah tersebut. Jabalia, yang sudah terisolasi selama 65 hari, kini menjadi salah satu area paling terdampak akibat serangan dan blokade yang dilakukan oleh pasukan Israel.

Baca Juga: Bukan Menggantikan Peran Manusia, BRI Gunakan AI Untuk Tingkatkan Produktivitas

Di Gaza Selatan, serangan Israel lainnya terjadi di Kota Rafah, yang menewaskan 10 orang saat mereka sedang mengantre untuk membeli tepung.

Warga yang terjebak dalam antrean tersebut, yang tengah berusaha memenuhi kebutuhan dasar mereka, menjadi korban keganasan serangan udara Israel.

Baca Juga: Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara

Sementara itu, di Gaza Tengah, koresponden Al Jazeera melaporkan dari luar Rumah Sakit Al-Aqsa, di mana jenazah mulai menumpuk di ruang mayat setelah serangan udara yang menghancurkan sebuah gedung tempat tinggal di kamp pengungsi Bureij.

Selain korban tewas, situasi di Gaza semakin memburuk dengan pemadaman listrik yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Suriah, Fokus pada Senjata Kimia dan Rudal Jarak Jauh

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X