Vietnam Perpanjang Diskon Pajak Jadi 8 Persen Demi Dorong Ekonomi, Berlaku hingga Juni 2025

Photo Author
- Selasa, 10 Desember 2024 | 09:54 WIB
Ilustrasi Negara Vietnam (Foto : Edarabla)
Ilustrasi Negara Vietnam (Foto : Edarabla)

INSIBERNEWS - Parlemen Vietnam resmi menyetujui perpanjangan pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 2 persen hingga Juni 2025.

Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat. Dengan kebijakan ini, tarif PPN akan tetap berada di level 8 persen dari sebelumnya 10 persen.

Baca Juga: Prabowo Dorong Swasembada Pangan sebagai Kunci Pengendalian Inflasi di Masa Depan

Namun, tidak semua sektor akan menikmati keringanan ini. Beberapa bidang seperti properti, keuangan, telekomunikasi, pertambangan, minyak dan gas, serta barang mewah tetap dikenakan tarif normal sebesar 10 persen.

Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan penerimaan negara dari sektor-sektor yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian.

Baca Juga: Kampanye Keselamatan Lalin, Satlantas Polres Purwakarta Menggelar Kegiatan Police Goes To School

Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2025, dan kebijakan pemangkasan PPN ini diharapkan menjadi salah satu pendorong utama.

"Dengan meringankan beban pajak, kami ingin masyarakat lebih aktif dalam berbelanja, sekaligus memulihkan momentum pertumbuhan pascapandemi," ujar seorang pejabat dari Kementerian Keuangan Vietnam, seperti dilansir Vietnam Plus pada Senin (9/12/2024).

Baca Juga: BRI Hadirkan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR Guna Dukung Ekosistem Digital UMKM

Sejak awal 2024, Vietnam telah menerapkan skema pengurangan PPN ini sebagai langkah pemulihan ekonomi. Kebijakan tersebut dievaluasi secara berkala setiap enam bulan untuk memastikan efektivitasnya.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor, Vietnam menghadapi tantangan besar di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi perlambatan perdagangan internasional.

Baca Juga: Menko Polkam Budi Gunawan Ungkap Presiden Prabowo Perintahkan Aparat Untuk Tak Ragu dan Tegas Berantas Korupsi

Dengan perpanjangan pemangkasan PPN ini, Vietnam optimistis dapat menjaga daya saing ekonominya di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal yang adaptif dan dukungan terhadap konsumsi domestik mampu membawa perekonomian Vietnam melampaui target pertumbuhan yang telah dicanangkan.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X