Tarif Lebih Tinggi Trump Dikhawatirkan Bisa Hancurkan Ekonomi Dunia! Media Tiongkok Peringatkan Trump tentang Perang Tarif yang Merugikan Semua Pihak

Photo Author
- Kamis, 28 November 2024 | 15:53 WIB
Tiongkok Ancaman Balas Tarik Jika Donald Trump Lanjutkan Perang Tarif!  (foto: Istimewa)
Tiongkok Ancaman Balas Tarik Jika Donald Trump Lanjutkan Perang Tarif! (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Media pemerintah Tiongkok memperingatkan Presiden terpilih AS, Donald Trump, bahwa ancamannya untuk mengenakan tarif tambahan pada barang-barang Tiongkok terkait masalah perdagangan prekursor fentanil dapat menyeret kedua ekonomi terbesar dunia itu ke dalam "perang tarif yang saling merusak."

Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada impor dari Tiongkok hingga Beijing menghentikan perdagangan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi fentanil, obat yang mematikan yang berkontribusi pada krisis narkoba di AS.

Peringatan dari Media Pemerintah Tiongkok
Peringatan keras datang dari dua media utama yang dikelola negara, China Daily dan Global Times, yang menyatakan bahwa tindakan seperti itu akan merugikan kedua belah pihak dan tidak ada yang akan menang dalam perang tarif.

Mereka menilai alasan yang diberikan Trump untuk menambah tarif sebagai tidak masuk akal, dan menyerukan agar Tiongkok tidak dijadikan "kambing hitam" atas krisis fentanil yang dihadapi Amerika Serikat.

 Baca Juga: Ancaman Bom dan 'Swatting' Menghantui Calon Kabinet Trump, Keamanan Diperketat Pasca Serangan

Proyeksi Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok
Kekhawatiran terkait potensi eskalasi tarif ini juga dirasakan oleh ekonom global yang mulai menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

S&P Global Ratings baru-baru ini menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk tahun 2025 dan 2026 menjadi lebih rendah, dengan memprediksi penurunan sebesar 4,1% dan 3,8%.

Mereka memperkirakan tarif tambahan dari AS akan meningkatkan tarif keseluruhan pada barang-barang Tiongkok dari sekitar 14% saat ini menjadi 25%, yang akan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi global.

Risiko Perang Dagang Kedua
Selama masa jabatannya yang pertama, Trump memicu perang dagang dengan Tiongkok dengan mengenakan tarif pada barang-barang senilai $370 miliar dari negara itu.

Sekarang, Trump kembali mengancam untuk mengenakan tarif lebih tinggi, bahkan mencapai lebih dari 60%.

Hal ini dapat mengguncang ekonomi Tiongkok, yang menjual barang-barang senilai lebih dari $400 miliar setiap tahun ke AS, selain juga menjadi pemasok komponen bagi produk-produk yang dijual ke pasar AS.

 Baca Juga: Jennie BLACKPINK Pukau Penggemar dengan Gaya Klasik di Kolaborasi Barunya

Strategi Baru Trump dan Penunjukan Terkait Perdagangan
Dalam langkah yang memperjelas niatnya untuk melanjutkan kebijakan proteksionis, Trump telah menunjuk Jamieson Greer sebagai perwakilan dagang AS yang baru, seorang veteran perang dagang dengan Tiongkok.

Greer sebelumnya menjabat sebagai kepala staf untuk Robert Lighthizer, yang merupakan arsitek utama kebijakan tarif Trump terhadap Tiongkok.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X