INSIBERNEWS - Iran menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang didukung oleh Teheran, yang mulai berlaku pada hari Rabu.
Gencatan senjata tersebut ditengahi oleh Amerika Serikat dan Prancis dan diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih stabil di Lebanon selatan, meskipun Iran tetap menegaskan haknya untuk bereaksi terhadap serangan udara Israel terhadap fasilitas-fasilitas Iran pada bulan Oktober.
Iran Siap Tanggapi Agresi Israel
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa meskipun Iran mendukung gencatan senjata, mereka tetap berhak untuk menanggapi serangan udara Israel terhadap target-target Iran pada 26 Oktober, yang merupakan balasan atas serangan rudal Iran ke Israel pada awal bulan yang sama.
Araqchi menegaskan bahwa respons Iran akan memperhitungkan situasi kawasan yang lebih luas.
"Saya ingin mengatakan, tentu saja kami berhak menanggapi agresi Israel baru-baru ini, tetapi kami mempertimbangkan semua perkembangan di kawasan tersebut,"
kata Araqchi dalam wawancaranya di Lisbon, menanggapi pertanyaan tentang apakah gencatan senjata ini dapat meredakan ketegangan antara kedua negara.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Diundur, Pemerintah Fokus Beri Stimulus Ekonomi
Ketahanan Hizbullah Ditekankan
Araqchi juga menanggapi klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebutkan Hizbullah telah "mundur beberapa dekade".
Araqchi membantah pernyataan tersebut dengan menekankan ketahanan Hizbullah yang semakin kuat setelah serangan-serangan Israel. "Setiap kali mereka [Hizbullah] kehilangan pemimpin atau komandan, mereka menjadi semakin kuat baik dalam jumlah maupun kapasitas," ujarnya.
Hal ini sesuai dengan pandangan pejabat senior Hizbullah, Hassan Fadlallah, yang juga mengklaim bahwa kelompok tersebut akan bangkit lebih kuat dan lebih banyak pasukan setelah menghadapi serangan.
Meskipun menanggapi ketegangan ini dengan tegas, Iran berharap kesepakatan gencatan senjata tersebut dapat bertahan dan menjadi langkah menuju perdamaian yang lebih stabil di Lebanon.
"Kami berharap kesepakatan ini akan permanen," kata Araqchi, mengingat pentingnya kestabilan kawasan untuk Iran dan sekutunya.
Baca Juga: Hizbullah Janji Terus Berjuang dan Dukung Palestina Meski Gencatan Senjata dengan Israel
Tanggapan Iran terhadap Isu Ukraina
Dalam isu lain, pemerintah Iran menanggapi kritik dari Menteri Luar Negeri G7 yang mendesak Iran untuk menghentikan dukungannya terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Siapkan BPKB Elektronik, Mulai 2025 Bisa Jadi Pilihan Penggantinya
Cara Meredam Knalpot Racing Agar Tak Kena Tilang dan Omel Warga
Tips Memilih Mobil Bekas Berkualitas Tanpa Tertipu
Moment Pencoblosan Pilkada 2024, Sekda Purwakarta Norman Nugraha Lakukan Monitoring TPS
Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Unggul di TPS 08 Bogor, Suara Tidak Sah Mencapai 36 Surat
Quick Count Pilkada Jakarta 2024: Pramono-Rano Unggul Sementara
Pramono Anung-Rano Karno Unggul Telak di TPS Megawati Soekarnoputri, Jakarta Selatan
Mitsubishi Pajero Tabrak Sejumlah Kendaraan di Bogor, Pelaku Ditangkap Setelah Berusaha Kabur
Rano Karno Ungkap: Kalau Kita Menang Satu Putaran, Kami Bersyukur