INSIBERNEWS - Purwakarta, Untuk para Lansia harus berhati hati pasalnya Ratusan warga lanjut usia (lansia) yang berada di wilayah UPTD Puskesmas Mulyamekar, Kabupaten Purwakarta, mengidap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Data dari Puskesmas dalam satu bulan terakhir terdapat 122 orang Lansia yang mengidap penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta Melalui Kepala UPTD Puskesmas Mulyamekar, Yudi mengatakan, hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat di wilayahnya dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data yang dimilikinya, pada bulan Mei lalu tercatat sebanyak 122 orang lansia yang mengidap penyakit tersebut.
Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Pemkab Purwakarta Cairkan Bonus Atlet Total Rp1,9 miliar
"Satu bulan terakhir hipertensi paling tinggi. Ini penyakit yang biasanya diderita saat usia lanjut," tegas Yudi pada media, Jumat (14/6/2024)
Ia menuturkan, masyarakat yang mengidap penyakit hipertensi rata-rata adalah masyarakat yang memiliki usia lanjut, yakni berusia 50 tahun ke atas.
"Biasanya disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat dan faktor keturunan. Tapi dari faktor keturunan cuma sedikit," tutur dia.
Baca Juga: Permen LHK Dipakai untuk Hitung Kerugian Negara Korupsi Timah, Kuasa Hukum: Ini Salah Kamar!
Meski hipertensi merupakan penyakin Lansia, sambung dia, namun tidak menutup kemungkinan bahwa usia muda juga dapat mengidapnya. Sebab, dengan gaya hidup dan pola makan yang kurang baik, hipertensi juga dapat diidap oleh usia muda.
"Tapi masih jarang. Dari seratus kasus hipertensi, paling ada satu pengidapnya usia muda," paparnya.
Lebih lanjut Yudi menjelaskan, hipertensi nampaknya masih menjadi momok bagi sejumlah masyarakat. Pasalnya, berdasarkan data satu tahun terakhir, di wilayahnya tercatat sebanyak ribuan masyarakat mengidap hipertensi.
"Ini data tahun kemarin. Hipertensi paling banyak, ada 1.194 kasus," jelasnya.
Ia menambahkan, adapun langkah yang dilakukan oleh pihak UPTD Puskesmas untuk mengatasi dan mengurangi jumlah pengidap hipertensi diwilayah itu adalah dengan melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat.
Artikel Terkait
EDITORIAL: Pakar Menilai, Konsesi Tambang Untuk Organisasi Keagamaan Bentuk Transaksi Politik Atau Balas Budi
Skenario Timnas Indonesia Untuk Dapat Lolos ke Round Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kunjungi Ponpes di Pandeglang, Pengasuh Ponpes Berikan Airin Dukungan
Kemenag RI: Pada Haji 2024 Merupakan Kuota Haji Terbanyak dan Serapan Tertinggi dalam Sejarah Haji
Warga Apresiasi Kades, Pemdes Margaluyu Benahi Infrastruktur Dengan Rabat Beton
Kejati Banten dinilai Lambat, Mahasiswa, Minta Kasus Alih Fungsi Lahan di Banten ditangani Kejagung
Ungkap Kasus, Polda Banten Tetapkan 14 Tersangka Pemburuan Liar Badak Bercula Satu
Pemkot Tangerang Adakan Uji Emisi Gratis , Semua Kendaraan Roda Empat Yang Melintas Di 3 Titik
Timnas Indonesia Kalahkan Filipina 2-0, Berhasil Lolos Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia
Mengkonsumsi Daging Kambing, Apakah Membuat Tensi Darah Naik Tinggi ? Ini Penjelasannya