INSIBERNEWS – Kasus penemuan ratusan senjata dan berbagai barang mencurigakan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan terus berkembang. Pihak yayasan kini mengungkap masih terdapat satu ruangan yang diduga menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka karena terkunci rapat.
Yayasan meminta Polres Metro Jakarta Selatan segera melakukan pembongkaran ruangan tersebut. Permintaan itu disampaikan karena mereka khawatir masih ada senjata api maupun barang terlarang lain yang tersimpan di dalamnya.
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan seluruh proses pemeriksaan ruangan di lingkungan sekolah dilakukan dengan pendampingan aparat kepolisian. Menurutnya, pengurus yayasan yang baru tidak memiliki akses ke sejumlah ruangan sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan.
Baca Juga: Anjing Pelacak Dikerahkan, Polisi Bawa Pelaku ke Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok
"Kami berharap ruangan yang bentuknya seperti bunker itu segera dibuka oleh kepolisian. Jangan sampai masih ada senjata atau barang berbahaya lainnya yang tersimpan di dalamnya," ujar Hermawanto kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, pihak yayasan sengaja tidak membuka ruangan tersebut secara mandiri demi menghindari potensi persoalan hukum maupun risiko keselamatan. Karena itu, seluruh proses dilakukan bersama penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan.
Menurut Hermawanto, kepolisian selalu mendampingi setiap tahapan pembukaan ruangan yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh pengurus baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus menjaga keutuhan barang bukti apabila ditemukan benda yang berkaitan dengan tindak pidana.
Baca Juga: Siasat Keji Remaja 14 Tahun di Nabire, Bunuh dan Bakar Mantan Pacar Gegara Takut Rahasia Terbongkar
Kekhawatiran yayasan bukan tanpa alasan. Sebab, dua kali pembukaan ruangan sebelumnya justru menghasilkan temuan mengejutkan.
Pada 10 hingga 11 Juli 2026, yayasan menemukan sebanyak 995 pucuk senjata, amunisi, serta berbagai perlengkapan senjata. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Penyisiran kembali yang dilakukan bersama polisi pada Rabu (5/8/2026) malam juga mengungkap adanya komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, hingga puluhan keping CD bermuatan pornografi.
Baca Juga: KKB Diduga Serang Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Lima Orang Dilaporkan Tewas
"Semua barang yang ditemukan langsung kami serahkan kepada penyidik. Kami berharap kepolisian dapat menangani perkara ini secara serius, profesional, dan transparan karena menyangkut aspek keamanan yang sangat penting," kata Hermawanto.
Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, menilai temuan-temuan tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh ruangan yang selama ini tertutup.
Artikel Terkait
KKB Diduga Serang Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Lima Orang Dilaporkan Tewas
YouTube Kena Tegur Komdigi Gegara Live Bigmo yang Promosi Vape Libatkan Anak
Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok
Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau
Sindikat Sabu Lintas Pulau Tumbang di Banyuwangi, BNNK Sita Ratusan Gram Barang Haram hingga Mobil Mewah
Anjing Pelacak Dikerahkan, Polisi Bawa Pelaku ke Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok